SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) SP Lumban Gaol, menyoroti lambatnya penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan seorang remaja bernama Ansyori Muslim karena hingga kini, pelaku belum berhasil ditangkap.
Ia menilai hal ini dapat mencoreng citra kepolisian dan mencerminkan lemahnya kinerja aparat penegak hukum dimata masyarakat.
“Lambatnya pengungkapan dugaan penganiayaan hingga menimbulkan korban jiwa terhadap Ansyori Muslim patut dipertanyakan,” tegas Gaol, Senin 2 Desember 2024.
Ia mengatakan pengungkapan kasus semacam ini seharusnya bukan pekerjaan sulit, tetapi faktanya malah terkesan dibuat sulit, sehingga hal ini memunculkan dugaan adanya upaya untuk menutupi sesuatu.
Ia menegaskan, masyarakat tidak ingin hanya setelah viral baru kepolisian bertindak cepat. Jika kasus ini memang sulit diungkap, Gaol mempertanyakan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kepolisian di wilayah hukum Kotim.
“Kami juga meminta agar pengungkapan kasus ini dilakukan secara transparan, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan kembali menaruh kepercayaan pada penegakan hukum di masa depan,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta mereka untuk tetap bersabar serta mengawal kasus ini hingga keadilan ditegakkan dengan benar.
“Kami memahami kekecewaan masyarakat terhadap lambannya proses hukum. Jangan sampai masyarakat semakin kehilangan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum,” pungkas Gaol.
Diberitakan sebelumnya, penyelidikan kasus ini terus berjalan. Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Iyudi Hartanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa delapan saksi dan segera menggelar perkara.
“Kami pastikan dulu apakah pemeriksaan sudah cukup, baru gelar perkara dilakukan,” katanya, Sabtu 30 November 2024.
Meski begitu, polisi belum memastikan apakah akan ada saksi tambahan atau kapan gelar perkara dilakukan. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, beberapa nama telah mengerucut sebagai calon tersangka.
Dua saksi terakhir, Ac dan Ib, pekan lalu memenuhi panggilan penyidik Polsek Ketapang untuk memberikan keterangan. Kedua saksi didampingi pengacara saat tiba di Mapolsek Ketapang.
Pihak keluarga korban berharap proses hukum berjalan transparan tanpa rekayasa. Mereka menduga seorang teman korban yang merupakan anak anggota Polri memegang peran penting sebagai saksi dalam kasus ini.
(nardi)











