SAMPIT – Tampak beberapa orang pria tengah asyik dengan kesibukannya pada pagi itu, sinar matahari menyinari halaman Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit, Kanwil Kemenkumham Kalteng pada Jumat 6 Desember 2024 pagi.
Sinar sang surya memperindah suasana di sekitar kolam bioflok yang menjadi salah satu program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Tampak dalam kolam ikan yang berisi ikan nila dan lele berenang lincah di air jernih tersebut, kolam yang berisi penuh dua jenis ikan ini sendiri merupakan hasil budidaya dari tangan terampil warga binaan Lapas Sampit.
Warga binaan yang tergabung dalam program Tamping Khusus itu sudah sibuk sejak 30 menit sebelum disambangi awak media, mereka tanpaknsibuk merawat kolam tersebut dengan kegiatan pekerjaan masing-masing.
Bagi mereka, ini bukan sekadar rutinitas saja, melainkan peluang untuk membangun masa depan untuk lebih baik, masih ada asa untuk merajut itu semua, apalagi selama di Lapas Sampit keterampilan ini mereka dapatkan dengan gratis.
AD, salah satu Warga Binaan, adalah contoh nyata perubahan yang terjadi di kolam bioflok ini. Setiap pagi, bersama rekannya, dirinya membersihkan kolam, memeriksa kualitas air, dan memberi pakan yang cukup.
“Suatu hari nanti, saya ingin membuka usaha budi daya ikan, saya sudah punya modal pengalaman ini,” kata AD sambil menaburkan pakan ke kolam.
Harapan dan ketekunan tampak jelas di matanya, apalagi di luar sana keluarga masih menanti harapan padanya, agar dirinya bisa berbuat lebih baik menuju jalan kesuksesan.
Ia juga mengatakan kolam bioflok ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, ketelatenan, dan tanggung jawab.
“Setiap hari, saya merasa seperti sedang menata hidupku kembali, seperti aku menata kolam ini,” ungkap AD.
Program ini tidak hanya memberi keterampilan praktis tetapi juga membekali Warga Binaan dengan mental yang siap untuk kembali ke masyarakat.
Sekitar 100 Warga Binaan di Lapas Sampit terlibat dalam berbagai program pembinaan, salah satunya kolam bioflok yang kini menjadi contoh sukses.Keterampilan yang mereka pelajari, seperti perawatan ikan nila dan lele, tidak hanya meningkatkan kemandirian mereka, tetapi juga membuka peluang usaha yang bisa dijalani setelah masa pidana selesai.
Kolam bioflok ini memberi pesan kuat bahwa meski berada di balik jeruji, kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri selalu ada. Setiap tetes air di kolam ini, setiap gerakan ikan, menjadi simbol harapan bagi mereka yang berusaha membangun masa depan lebih baik.
Program ini menjadi bukti bahwa kemandirian dan keterampilan bisa tercipta di tempat yang tak terbayangkan sebelumnya, membawa dampak positif bagi kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat.(BS-1)











