JAKARTA– Anggota Komisi XII DPR RI Mukhtarudin mendukung langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mendorong percepatan izin Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Balikpapan Kalimantan Timur.
Menurut Mukhtarudin, percepatan pembangunan SPBUN diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan nelayan.
“Hal Ini juga sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional sesuai apa yang dicita-citakan oleh Presiden RI Prabowo Subianto,” imbuh Mukhtarudin, Sabtu 16 Desember 2024.
Komisi bidang Energi parlemen Senayan selalu support pemerintah yang telah berkomitmen akan mempersingkat proses perizinan pembangunan SPBU di kawasan tesebut.
“Sehingga kebutuhan energi para nelayan di kawasan pesisir dapat segera terpenuhi saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru),” tutur Mukhtarudin.
Apalagi, kata Mukhtarudin, pemerintah era Prabowo Subianto tengah menyediakan kuota BBM sesuai dengan kecukupan kebutuhan, termasuk bagi kelompok nelayan tanah air.
Politisi Dapil Kalimantan Tengah ini meminta semua pihak memantau sekaligus memonitoring adanya oknum yang memanfaatkan BBM Subsidi untuk kepentingan lain.
“Sehingga mengurangi jatah yang seharusnya diperuntukkan bagi bagi para Nelayan,” beber Mukhtarudin.
Kendati demikian, Mukhtarudin berharap agar para nelayan turut mengawasi distribusi BBM dan mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan BBM bersubsidi sesuai peruntukan.
“Artinya pengawasan yang lebih baik, distribusi BBM subsidi dapat tepat sasaran, dengan begitu kebutuhan nelayan dapat terpenuhi dan aktivitas melaut berjalan lancar,” pungkas Mukhtarudin.
Pantau Distribusi BBM di Pesisir
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berkumpul langsung penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk masyarakat pesisir di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Manggar Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu 16 Desember 2024.
Bahlil memastikan ketercukupan kebutuhan BBM bagi nelayan berjalan lancar menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
“Setelah ke kilang, hari ini saya juga mengunjungi lokasi SPBU Nelayan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi nelayan menjelang Natal dan Tahun Baru. Dan saya senang sekali melihat kondisi masyarakat di sini,” ujar Bahlil meninjau setelah Refinery Unit V Balikpapan.
Dalam kunjungannya, Bahlil mendengarkan langsung aspirasi para nelayan yang berharap adanya tambahan pasokan BBM untuk kebutuhan mereka.
“Ada permohonan dari mereka yang harus kita lakukan, termasuk memperpendek kewenangan pengajuan untuk pembangunan SPBU. Saya dapat memahami perasaan mereka, karena keluarga saya kan nelayan juga,” kata Bahlil.
Ketum Golkar ini menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap kebutuhan nelayan bukan hanya soal akses energi semata.
“Tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan mata pencaharian masyarakat pesisir,” pungkas Bahlil.
SPBUN atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan merupakan inisiatif pemerintah untuk mempermudah akses BBM bagi nelayan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, sebanyak 415 SPBUN telah dibangun di berbagai wilayah pesisir.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar di SPBUN 68.76103 Balikpapan hingga November 2024 mencapai 895 kiloliter atau 91,42 persen dari total kuota sebesar 979 kiloliter.
Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi nelayan terus berjalan sesuai target.
(Adista)











