ODGJ di Kota Sampit Diamankan Warga Saat Coba Tabrakan Diri ke Mobil

SAMPIT – Seorang wanita di Kota Sampit yang mengalami depresi berat bernama Meity (37) terpaksa harus diamankan masyarakat setelah hendak melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke kendaraan yang lewat, Selasa 17 Desember 2024.

Aksi tersebut terjadi di Jalan Tjilik Riwut KM 1 disaat malam hari, sehingga menjadi perhatian pengendara dan warga setempat sebelum dievakuasi.

Diketahui Meity yang merupakan seorang perempuan mengidap gangguan jiwa sudah menjalani perawatan di sejumlah RSJ di Kalimantan.

Korban sendiri telah menjalani rehabilitasi sosial di RSJ yang berbeda sudah tiga kali dengan kondisi dan gejala gangguan mental yang sama.

Dalam keterangan yang diucapkan oleh orang tua korban Imran Hayuni (68) bahwa sebelumnya Meity sudah dirawat di RSJ Sambang Lihung, Kotawaringin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) selama beberapa hari kemudian dipulangkan kembali ke pihak keluarga.

Dipulangkannya korban ke pihak keluarga oleh pihak RSJ dengan alasan bahwa korban sudah membaik setelah menjalani perawatan.

“Kami hanya pasrah dengan apa yang telah ditentukan oleh pihak rumah sakit,” kata orang tua korban.

Selama perawatan di rumah sejak korban dipulangkan dari RSJ Sambang Lihung, terhitung baru 3 hari sampai peristiwa ini terjadi.

“Saya tidak tahu kenapa kami dipulangkan secepat itu dengan kondisi mental korban yang belum stabil,” ucap Imran.

Menurut keterangan dari saksi bernama Emha, korban terlihat bingung memandang dengan tatapan mata kosong ke arah kendaraan yang lewat dan sesekali ia melontarkan kata-kata kasar.

“Saya mengira bahwa korban merupakan seseorang yang mengalami KDRT tetapi ketika ditanya lebih jauh ternyata mengalami gangguan jiwa,” ungkapya.

Setelah lama dirinya menanyakan kepada korban asal dan tujuannya didapatkan informasi terkait dengan keluarganya, yang dimana ia tinggal bersama dengan orang tuanya.

baca juga ...  Kapolda Kalteng Resmikan Gedung Bhayangkari dan Panen Sayur Hidroponik

Dirinya juga mengaku bahwa memiliki seorang anak kecil dari hasil pernikahannya dengan seorang pria yang sudah diceraikannya 4 tahun yang lalu.

Keterangan ini dibenarkan oleh orang tuanya dan beberapa tetangga korban yang dulu mengetahui kondisi rumah tangga mereka berdua sebelum bercerai.

Kemudian dengan sedikit usaha dari beberapa warga setempat korban dievakuasi ke Polsek Baamang sebelum di bawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan.

(Sattar)

Bagikan:
Berita Populer