SAMPIT – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid, menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pengembangan Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Ia mengungkapkan bahwa persoalan pembebasan lahan yang terus berulang dalam beberapa tahun menjadi kendala utama dalam perluasan fasilitas bandara.
“Bandara H Asan harus memiliki perencanaan jangka panjang agar tidak terhambat oleh masalah lahan. Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang setiap 10 hingga 15 tahun mendatang,” ujar Hafid, Senin 23 Desember 2024.
Menurut Hafid, pendekatan pembangunan yang dilakukan saat ini masyarakat terlebih dahulu membangun, kemudian pemerintah baru bertindak membangun sehingga terkendala lahan karena sudah dibangun oleh masyarakat.
“Seharusnya pemerintah yang menentukan arah pembangunan sejak awal, sehingga tidak ada lagi kendala seperti ini di masa depan,” tambahnya.
Dikatakan, masalah kurangnya panjang landasan pacu sudah menjadi persoalan sejak 2006, saat ia masih aktif sebagai wartawan. Oleh karena itu, Hafid mendorong pemikiran strategis yang berorientasi jauh ke depan.
“Kita perlu solusi besar dan berani untuk melangkah jauh ke depan. Jika lokasi ini tidak lagi cocok, relokasi bisa menjadi opsi sehingga perluasan tidak terus menerus menggeser jalan yang ada,” jelasnya.
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi infrastruktur, Hafid berkomitmen untuk berkomunikasi intensif dengan Dinas Perhubungan Kotim maupun Dinas Perhubungan Kalteng serta pihak pengelola Bandara H Asan.
Ia juga memastikan bahwa aspirasi terkait pengembangan bandara akan dibahas lebih lanjut di tingkat provinsi.
“Kami di DPRD Kalteng akan memonitor program-program yang diajukan dinas provinsi untuk Kotim. Kami berharap perhatian lebih juga diberikan untuk pengembangan transportasi udara,” pungkas Hafid.
Diharapkan, perencanaan jangka panjang ini dapat mengatasi kendala-kendala yang selama ini menghambat pengembangan Bandara H Asan dan mendukung peningkatan konektivitas udara di wilayah Kalteng.
(nardi)











