KASONGAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan destinasi wisata baru di Kabupaten Katingan, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten Katingan.
Wakil Ketua II DPRD Katingan, Nanang Suriansyah, meminta kepada Pemkab Katingan, melalui instansi terkait, untuk memperbaiki fasilitas yang memiliki potensi menjadi daya tarik wisata baru.
“Langkah awalnya adalah mengumpulkan data mengenai objek wisata baru di 13 kecamatan di Kabupaten Katingan,” ujarnya pada Jumat 17 Januari 2025.
Menurutnya, wilayah Katingan memiliki banyak potensi untuk dijadikan sebagai objek wisata baru yang dapat menarik minat wisatawan dari berbagai daerah serta masyarakat lokal, bahkan pengunjung dari wilayah lain. Ia menekankan bahwa instansi terkait perlu mengajukan anggaran kepada tim anggaran untuk menambah berbagai fasilitas di objek wisata.
“Desain yang terbaik harus dibuat agar jumlah pengunjung meningkat dari tahun ke tahun,” tambahnya.
Selain itu, Nanang menyatakan bahwa peningkatan jumlah wisatawan yang mengunjungi objek wisata tentunya tidak hanya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Katingan, tetapi juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
“Semakin banyak wisatawan yang berkunjung, semakin banyak pula uang yang mereka belanjakan di masyarakat lokal,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menyatakan bahwa jika sektor pariwisata terus ditingkatkan setiap tahun di tingkat kecamatan hingga desa, masyarakat di daerah pedesaan akan merasakan dampaknya yang paling signifikan.
“Oleh karena itu, masyarakat di setiap desa juga dapat berpartisipasi dalam mengumpulkan data mengenai daerah yang berpotensi dijadikan sebagai objek wisata,” tambahnya.
Sementara itu, ia berharap agar instansi terkait segera menindaklanjuti jika masyarakat menemukan area yang memiliki potensi untuk dijadikan objek wisata dengan melaporkannya kepada pimpinan daerah.
“Dengan demikian, masyarakat akan semakin bersemangat untuk mencari daerah yang dapat dijadikan sebagai objek wisata,” tutupnya.
(Bitro)












