SAMPIT – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Mashami, mengingatkan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang bijak dan berorientasi pada kepentingan umum.
Menurutnya, prioritas penggunaan dana tersebut harus difokuskan pada kebutuhan masyarakat luas, seperti pembangunan jalan utama yang menjadi akses vital bagi warga.
“Jika sudah diketahui bahwa jalan utama adalah kebutuhan orang banyak, itulah yang harus diperhatikan terlebih dahulu dalam pengelolaan Dana Desa. Jangan sampai perhatian dialihkan pada kepentingan golongan atau individu tertentu,” tegas Eddy, Jumat 24 Januari 2025.
Ia juga mengingatkan amanat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, yang menginstruksikan alokasi 20 persen Dana Desa untuk penguatan ketahanan pangan.
Namun, ia menegaskan pentingnya tidak mengesampingkan pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti jalan desa.
Dirinya beberapa kali turun ke lapangan dan mendengar keluhan warga tentang akses jalan yang rusak, terutama bagi tenaga kesehatan dan pendidik.
“Ini sangat memengaruhi pelayanan kesehatan dan proses belajar mengajar di desa. Jadi, penting untuk menganggarkan pemeliharaan jalan agar bisa dilalui dengan mudah,” jelas Eddy.
Ia menambahkan bahwa penggunaan Dana Desa tidak perlu terlalu muluk-muluk, seperti menggunakan aspal atau hotmix. Yang terpenting adalah jalan utama desa bisa dilalui dengan baik demi mendukung aktivitas pembangunan dan kebutuhan warga.
Lebih lanjut, mantan Camat Pulau Hanaut ini menekankan bahwa Dana Desa adalah dana untuk membangun fasilitas yang menunjang kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, kepala desa memiliki peran sentral dalam memastikan pengelolaan keuangan desa sesuai dengan hasil musyawarah desa.
“Dana Desa bukan milik pribadi atau pemegang dana di desa, sehingga harus dikelola sesuai kebutuhan dan peruntukan yang telah ditetapkan. Pengelolaan yang baik akan menunjang kesuksesan pembangunan daerah, termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
(nardi)












