PALANGKA RAYA – Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya mendadak haru dan menegangkan saat Brigadir Anton Kurniawan Stiyanto (AKS) menangis tersedu di hadapan Sidah (32), istri almarhum Budiman Arisandi, korban penembakan yang didakwakan padanya.
Pada sidang yang digelar Senin, 17 Maret 2025, Brigadir AKS, mantan anggota Polresta Palangka Raya, memohon ampun dengan air mata yang tak terbendung. Ia bersimpuh di lantai, berusaha meraih tangan Sidah dan memohon maaf di hadapan majelis hakim serta para hadirin.
Namun, hati Sidah yang masih diliputi amarah dan duka mendalam, tetap membatu. Ia menepis tangan Anton dan menolak ciuman permohonan maaf yang diajukan terdakwa. Tanpa sepatah kata pun, Sidah memilih meninggalkan ruang sidang dengan langkah cepat dan sorot mata yang penuh luka.
Saat diwawancarai, ia mengungkapkan kesedihannya atas kehilangan sang suami.
Sidah mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan suaminya, Budiman pada 27 November 2024 melalui telepon.
Setelah itu, ia tidak mendapat kabar apa pun selama 10 hari hingga akhirnya mendengar berita penemuan jenazah suaminya di Kabupaten Katingan.
“Terakhir tanggal 27 November 2024, itu terakhir kami teleponan. Habis itu tidak ada kabar sampai 10 hari. Baru ada kabar penemuan mayat,” ujarnya.
Selama masa pencarian, Sidah berusaha mencari keberadaan suaminya ke berbagai tempat dan telah melaporkan ke pihak kepolisian. Namun, baru pada 6 Desember 2024 ditemukan jenazah yang diduga suaminya.
“Selama 10 hari, saya berusaha mencari ke sana kemari, sudah melapor ke polisi, tapi tidak ada kabar. Sampai akhirnya tanggal 6 Desember ada penemuan jenazah, dan tanggal 7 saya baru diberi kabar,” tuturnya.
Sidah juga mengungkapkan bahwa keluarganya tidak bisa langsung menghadiri pemakaman Budiman karena terkendala biaya. Pasalnya suaminya di makamkan di Kota Palangka Raya.
“Sesudah tiga hari dimakamkan, baru saya bisa hadir di pemakaman. Waktu pemakaman, tidak ada keluarga yang datang karena kami terkendala biaya, semuanya mendadak,” katanya.
Sidah mengaku, bahwa sosok suaminya merupakan orang yang sangat baik, santun serta pekerja keras.
“Dia orangnya humoris sama keluarga, ramah, baik, santun dan pekerja keras,” ungkapnya.
(Syauqi)












