SAMPIT – Karut marut pengelolaan koperasi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur menarik perhatian publik, apalagi semenjak penertiban kawasan hutan ini membuat sebagian pengurus koperasi plasma mulai kebakaran jenggot.
Pasalnya mulai terbongkar, banyak lahan koperasi di Kotim tidak mengantongi izin, dan bahkan lokasinya dibangun di areal kawasan hutan, tidak hanya itu parahnya lagi selama ini hadirnya koperasi plasma hanya menguntungkan sekelompok orang saja.
Aktivis Lingkungan di Kabupaten Kotawaringin Timur Hendy mendukung upaya penertiban oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tersebut, termasuk menelisik pemanfaatan modus koperasi plasma untuk merambah kawasan hutan.
“Selama ini Koperasi Plasma didirikan dengan misi mensejahterakan masyarakat, namun sudah berjalan hampir belasan hingga puluhan tahun tidak kita melihat masyarakat Kotim sejahtera,” kata Hendy, Rabu 26 Maret 2025.
Hendy juga mengatakan, sudah menelisik berbagai koperasi plasma yang bermitra dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, di mana yang sejahtera bukan anggota koperasi melainkan oknum pengurus saja.
“Dari itu karena sudah disalahgunakan dan dimanfaatkan oknum pengurus kami mendukung koperasi yang tidak beres ini dirampas saja arealnya dan dikelola oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Hendy juga menegaskan, persoalan koperasi plasma di Kotim saat ini sangat kompleks, dan dugaan kuat banyak oknum saja yang menikmati hasilnya.
Maka dari itu masalah ini tidak hanya putus sampai pada penyitaan ini saja, namun hingga kepada audit secara menyeluruh koperasi di Kotim ini.
“Manakala jika ditemukan negara atau daerah dirugikan, kita mendukung dibawa ke ranah hukum,” tegasnya.
Karena jika tidak, semangat hadir koperasi plasma untuk mensejahterakan masyarakat itu hanya retorika dan tidak akan terealisasi sampai kapanpun
Hendy juga meminta agar aparat penegak hukum segera menda koperasi plasma di Kotim untuk ditindaklanjuti, mana yang selama ini dikelola benar-benar dan mana yang hanya untuk memperkaya diri sendiri saja.
“Tindak tegas agar tidak ada lagi yang main-main dengan pengelolaan plasma di daerah kita ini,” tandasnya.
(BS-1)












