KUALA KAPUAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas kembali memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui siaran di Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kapuas, Kamis 27 Maret 2025. Kali ini, tema yang diangkat adalah “Peran Herbal dalam Mencegah dan Mengatasi Kanker,” dengan narasumber dr. Erny Indrawati dan Popo Subroto, SKM, M.I.Kom dari Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (Promkes) RSUD Kapuas.
Dalam siaran tersebut, dr. Erny menjelaskan bahwa kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan sel abnormal yang tak terkendali. Sel ini bisa membentuk tumor, yang terbagi menjadi jinak dan ganas. “Pada dasarnya, semua orang berisiko terkena kanker. Namun, ada faktor tertentu yang meningkatkan risiko, seperti faktor keturunan, pola makan tidak sehat, paparan bahan kimia, hingga kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan,” ujarnya.
Selain faktor internal seperti genetik, faktor eksternal juga berperan dalam memicu kanker. Beberapa di antaranya adalah paparan sinar matahari berlebihan, obesitas, serta konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan bahan pengawet. Oleh karena itu, dr. Erny menekankan pentingnya gaya hidup sehat, termasuk menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan menghindari makanan cepat saji.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa beberapa jenis tanaman herbal memiliki potensi untuk mencegah dan membantu pengobatan kanker. Salah satunya adalah daun sirsak, yang mengandung zat acetogenins yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. “Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun sirsak, semakin besar efeknya dalam membunuh sel kanker,” tambahnya.
Tanaman herbal lain yang disebutkan dalam siaran ini adalah kulit manggis, sambiloto, keladi tikus, dan temu putih. Kulit manggis mengandung xanthone, yang memiliki sifat antikanker dengan cara menekan pertumbuhan sel kanker dan merangsang mekanisme apoptosis (bunuh diri sel kanker). Sementara itu, sambiloto dan keladi tikus diketahui bermanfaat dalam terapi paliatif bagi penderita kanker stadium lanjut.
Temu putih juga memiliki manfaat sebagai antimutagen dan antinyeri. “Ekstrak rimpang temu putih terbukti dapat menghambat perkembangan sel kanker paru. Secara turun-temurun, tanaman ini juga digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, melancarkan menstruasi, serta mengobati kista,” jelas dr. Erny.
Melalui siaran ini, Promkes RSUD Kapuas mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan memanfaatkan tanaman herbal sebagai langkah pencegahan kanker. “Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan pola makan sehat dan memanfaatkan kekayaan tanaman obat Indonesia, kita bisa menjaga tubuh tetap bugar dan mengurangi risiko terkena kanker,” pungkasnya. (ds)












