Warga Danau Rawah Lakukan Tradisi Memindahkan Rumah Dengan Cara Dipikul

IST/BERITA SAMPIT - Rumah Siti yang dipikul puluhan warga Danau Rawah, .

KUALA – Puluhan warga Danau Rawah, Kecamatan Mantangai, Kabupaten , , tampak berbaris rapi, memikul batang-batang kayu bulat di bahu mereka. Di atas kayu-kayu itu, berdiri utuh sebuah rumah milik Siti (45), warga setempat yang sedang memindahkan rumahnya ke lokasi baru. Ini bukan aksi pertunjukan, melainkan bagian dari kearifan lokal suku Dayak yang dikenal dengan sebutan mamut rumah, tradisi gotong-royong memindahkan rumah secara fisik dengan cara dipikul bersama-sama.

Tradisi ini masih hidup di beberapa wilayah pedalaman Kalimantan, termasuk di Danau Rawah. Rumah yang dibangun dengan konstruksi kayu dan tanpa pondasi permanen memungkinkan dipindahkan tanpa harus dibongkar.

“Kami pindahkan rumah ini sejauh sekitar 100 meter ke tanah yang lebih tinggi. Saat banjir, rumah lama sering terendam,” ujar Siti, pemilik rumah, Jumat 4 April 2025.

Puluhan laki-laki dari berbagai penjuru dikerahkan untuk memikul rumah Siti. Masing-masing memikul batang kayu bulat yang diletakkan di bawah balok rumah. Dengan aba-aba kompak, mereka berjalan perlahan, menjaga keseimbangan bangunan agar tidak terguncang. Suasana penuh canda dan semangat, irama gotong-royong yang tak lekang oleh waktu.

Proses pemindahan rumah ini bukan sekadar logistik, tapi juga upacara budaya yang mengandung nilai kebersamaan, saling membantu, dan rasa hormat terhadap sesama warga. Tak ada bayaran, tak ada kontrak. Sebagai gantinya, tuan rumah menyiapkan makanan dan minuman sebagai bentuk terima kasih setelah rumah sampai di tempat barunya.

“Ini budaya kami, saling bantu, tidak bisa dinilai dengan uang,” kata seorang tokoh adat setempat.

Tradisi mamut rumah menjadi bukti bahwa masyarakat Dayak masih memegang erat warisan leluhur di tengah derasnya arus modernisasi. Bagi mereka, rumah bukan hanya bangunan, tapi simbol kehidupan, yang berpindah bukan karena keterpaksaan, tapi karena keputusan bersama dengan cara yang menjunjung nilai adat.

baca juga ...  Ratusan Kendaraan Meriahkan Pawai Malam Takbiran di Kuala Kapuas

Kini, rumah Siti berdiri di tempat baru, di tanah yang lebih aman. Tapi yang lebih penting, tradisi tua yang mengikat satu dalam satu tujuan telah kembali menghidupkan roh kebersamaan yang mulai jarang terlihat di zaman sekarang. (ds)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!