Ketua Komisi IV DPRD Kotim Soroti Jalan Rusak di Km 35, Pemerintah Diminta Segera Lakukan Perbaikan

IST/BERITA SAMPIT - Kondisi jalan poros Tjilik Riwut Sampit yang rusak parah di Kecamatan Cempaga.

SAMPIT – Kerusakan Jalan Tjilik Riwut Km 35, arah Sampit menuju , kembali menuai sorotan. Jalan berlubang di wilayah Kecamatan Cempaga (Kotim) itu dinilai sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua yang rawan tergelincir dan mengalami kecelakaan.

Ketua Komisi IV DPRD (Kotim), Mariani, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai lambannya penanganan mencerminkan kurangnya kepedulian pemerintah terhadap infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat.

“Setiap kami lewat situ, kondisinya makin memburuk. Jangan sampai harus ada korban dulu baru pemerintah bertindak,” ujar Mariani, Kamis 15 Mei 2025.

Menurutnya, selama ini penanganan terhadap infrastruktur jalan cenderung hanya dilakukan setelah muncul masalah besar. Padahal, pendekatan pencegahan seharusnya menjadi prioritas agar kerusakan tidak makin parah dan tidak menimbulkan kerugian lebih besar di kemudian hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya memandang jalan sebagai fasilitas dasar masyarakat yang keamanannya harus dijamin.

“Ini akses utama lintas kabupaten. Aktivitas ekonomi, distribusi barang, semuanya sangat tergantung pada kondisi jalan ini. Jangan tunggu viral atau jatuh korban baru diperbaiki,” tegasnya.

Mariani mendorong agar dinas terkait, baik dari pemerintah provinsi maupun pusat, segera turun tangan menangani kerusakan tersebut. Ia menekankan bahwa Jalan Tjilik Riwut merupakan bagian dari jalur yang memegang peranan penting dalam konektivitas antarwilayah.

Diberitakan bahwa kemacetan parah terjadi di Jalan Tjilik Riwut tepatnya di Cempaka Mulia Kecamatan Cempaga, ditambah lagi adanya truk terbalik karena jalan rusak semakin menambah kemacetan.

Camat Cempaga, Ady Candra bersama warga melakukan penanganan darurat dengan menimbun jalan menggunakan material laterit dari hasil swadaya.

Salah satu sopir, Ijul, mengaku kecewa karena kerusakan jalan tersebut sudah terjadi cukup lama namun belum juga diperbaiki secara permanen. Ia menilai kondisi ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan merugikan banyak pihak, terutama sopir angkutan. (nardi)

baca juga ...  Proyek Penggilingan Padi Lampuyang Tertunda Operasional, Terkendala Pasokan Listrik
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!