Dinkes Lakukan Audit Maternal Perinatal, Langkah Evaluasi Kasus Kematian Ibu-Bayi

DENNY/BERITASAMPIT - kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP), berlangsung di Aula Dinas .

– Dalam upaya serius menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten , Dinas setempat menggelar kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP), Senin 19 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas dr. Pande Putu Gina dan diikuti oleh 25 tenaga dari berbagai Puskesmas serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Kegiatan AMP menjadi forum evaluasi mendalam terhadap kasus kematian ibu dan bayi yang terjadi di lapangan. Proses audit dilakukan dengan menelusuri kembali kronologi kasus, penatalaksanaan klinis, serta potensi kelalaian atau keterlambatan tindakan medis, agar dapat ditemukan akar masalah dan solusi yang relevan.

“Kegiatan ini bukan rutinitas seremonial. Ini adalah momen penting untuk jujur mengevaluasi sistem kita, memperbaiki celah layanan, dan menyelamatkan nyawa di masa depan,” ujar dr. Pande.

Dua narasumber ahli dihadirkan dari RSUD , yakni dr. Brilian Segala Putra, Sp.OG dan dr. Franky Luhulima, M.Sc., Sp.A, yang membedah berbagai kasus riil di lapangan. Mereka menekankan pentingnya respons cepat, komunikasi lintas lini, serta penguatan diagnosa dini dalam setiap proses penanganan ibu hamil dan bayi baru lahir.

dr. Pande menyebutkan, melalui AMP, pihaknya berharap dapat memetakan penyebab utama kematian ibu dan bayi secara akurat, termasuk faktor-faktor sosial, ekonomi, hingga teknis medis.

“Analisis dari AMP harus jadi rujukan dalam menyusun langkah konkret dan kebijakan pelayanan yang lebih adaptif dan responsif ke depan,” katanya.

Ia menutup dengan harapan besar agar semua pihak yang terlibat, bidan , koordinator Puskesmas, hingga pengelola rumah sakit tidak lagi menganggap remeh setiap gejala atau keluhan yang dilaporkan ibu hamil.

baca juga ...  Bupati Pulpis Safari Ramadan di PLTU Nusantara Power

“Keseriusan kita hari ini bisa menentukan hidup generasi esok,” tegas dr. Pande. (ds)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!