PANGKALAN BUN – Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Suyanto, mengimbau agar masyarakat dapat meningkatkan pola hidup sehat. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan terjadi kasus Covid-19, meski saat ini kasus tersebut belum masuk ke wilayah Indonesia.
Pernyataan Wakil Bupati Kobar menyikapi dengan adanya surat edaran Kementerian Kesehatan SR.03,01/C/1422/3025 tentang kewaspadaan terhadap peningkatan tren kasus ILI/SARI/Pneumonia/COVID-19 .
” Kami berharap kasus itu tidak masuk ke Indonesia yang saat ini masih terjadi di negara tetangga, akan tetapi edaran dari Kementerian Kesehatan itu kami sangat menyambut baik dalam hal kewaspadaan dini sehingga pencegahan pun perlu kita lakukan sebelum terjadi wabah , semoga Indonesia khususnya Kotawaringin Barat terbebas dari virus Covid-19 tersebut,” ujar Wakil Bupati Kobar Suyanto, usai menghadiri Rapat Paripurna Ke 5 masa persidangan III tahun sidang 2024/2025, Senin 2 Juni 2025.
Namun demikian Lanjut Suyanto, pemerintah d2aerah Kobar selalu siap jika kasus tersebut akhirnya masuk , baik untuk fasilitas sarana prasarana kesehatan termasuk sumber daya manusia dibidang kesehatan pun telah siap , hal tersebut berdasarkan pengalaman berharga ketika wabah Covid-19 melanda .
“Kami pun menyakini masyarakat ada kemampuan mengelola dirinya untuk menyikapi kewaspadaan dini, misalnya saja saat ini pada saat berada di tempat umum bisa menggunakan master, termasuk juga pada saat masyarakat dalam kondisi tidak sehat seperti sedang batuk atau flu maka perlu menggunakan masker hal itu untuk melindungi dirinya maupun keluarganya dan lingkungan terdekat , kami yakin masyarakat telah paham menyikapi hal tersebut,” ucap Suyanto.
Untuk itu, lanjut Suyanto, kunci utama dalam hal pencegahan adalah masyarakat harus meningkat pola hidup sehat, seperti saat ini mulai aktuvitas berolahraga, menjaga pola makan sehat, juga memperhatikan kebersihan lingkungan masing masing. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan karena mencegah lebih baik daripada mengobati.
“Pengalaman pada saat wabah Covid-19 dimana selama hampir dua tahun semua porak poranda karena adanya virus tersebut. Hikmah dari kejadian itu masyarakat kita lebih bijak menyikapinya, pada prinsipnya dengan adanya edaran Kementerian Kesehatan itu telah kami tindak lanjuti sebagai upaya kewaspadaan dini, ” beber Wakil Bupati Kobar. (man)











