SAMPIT – Kreativitas tinggi ditunjukkan oleh rombongan SMP Negeri 11 Sampit Kotawaringin Timur (Kotim) saat mengikuti Pawai Obor XII Baamang dalam rangka menyambut Iduladha 1446 Hijriah, Kamis 5 Juni 2025 malam.
Sekolah yang dipimpin Kartina itu menampilkan sebuah miniatur masjid yang seluruhnya terbuat dari botol plastik bekas.
Miniatur masjid berwarna cerah itu dibawa dengan penuh semangat oleh 40 peserta. Bentuknya tidak hanya unik, tetapi juga merepresentasikan pesan kuat tentang kecintaan terhadap lingkungan.
Ditambah sorotan lampu obor, miniatur masjid tersebut tampak bersinar dan mencuri perhatian masyarakat yang memadati rute pawai.
Mengangkat tema “Melalui khataman Al-Qur'an kita harmonisasikan warga sekolah dan mengajak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mencintai serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an,” SMP Negeri 11 Sampit menyelaraskan nilai-nilai religius dengan semangat kepedulian terhadap lingkungan.
Pembawa acara membacakan sinopsis pawai menyebutkan Visi sekolah yakni mewujudkan pendidikan berkualitas, cerdas, terampil, dan berwawasan lingkungan yang berlandaskan iman dan takwa, tampak terimplementasi dengan baik dalam konsep penampilan mereka.
“Misi yang mencakup pembentukan karakter beriman, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia juga tercermin dari semangat siswa dalam pawai tersebut,” ujarnya.
Prestasi SMP Negeri 11 Sampit juga disampaikan mereka pernah menyabet Juara Umum Kemah Bakti Kecamatan Baamang 2022, Juara 2 Pawai Ta'aruf MTQ 2025, Juara 3 Pawai Obor 2024, dan Juara I lomba doa-doa salat pada Pesantren Ramadan tingkat kabupaten yang digelar BKPRMI Kotim tahun 2024.
Ketua Kwartir Ranting Pramuka Baamang, Dadang H Syamsu, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta telah meramaikan pawai obor.
Camat Baamang, Sufiansyah menyampaikan pawai obor ini bukan hanya pawai obor biasa, tetapi sebagai syiar Islam dan hiburan bagi masyarakat Baamang di malam Iduladha
Pawai Obor Iduladha kali ini diikuti 25 kelompok peserta dari berbagai sekolah, kelurahan, organisasi pemuda, dan masyarakat umum. Ribuan warga antusias menyaksikan dari pinggir jalan sepanjang rute yang dimulai dari Kantor Kecamatan Baamang hingga kembali ke titik awal melewati Jalan Cristopel Mihing, Sukabumi, Walter Condrat, dan Sari Gading. (nardi)











