PANGKALAN BUN – Banyak aksi demo damai diberbagai belahan pedalaman Indonesia, termasuk pedalaman ‘Borneo‘ (Kalimantan), yang memiliki 4 Provinsi, (Kalimantan Tengah, Barat, Timur dan Kalimantan Selatan) boleh dikatakan sudah biasa.
“Tapi ada salah satu aski demo damai boleh dikatakan cukup unik terjadi 3 tahun yang lalu, tepatnya 13 Juli 2022 di Kabupaten Kobar Provinsi Kalteng. Saat seribuan ahli waris yang terdiri dari pasukan Suku Dayak Desa Sulung dan warga desa lainnya melakukan aksi demo damai ke PT. GSDI anak Perusahaan PT. Astra Agro Lestari Tbk,“ kata Supriadi, kepada beritasampit.com, Sabtu 14 Juli 2025.
Uniknya, kata Supriadi, sebelum acara demo damai digelar hampir seribuan orang terlebi dahulu membacakan doa yang diwarnai upacara spiritual adat Kesultanan Kutawaringin, seperti acara tolak bala dan Upacara Adat Dayak Desa Sulung yang digelar dengan adat Dayak,“ kata Supriadi, yang sebelum demo dirinya sebagai orator membacakan beberapa usulan permintaan para ahli waris Raden Ira Bhakti kepada PT. Astra Agro Lestari Tbk.

Lanjut Supriadi, bahkan yang lebih unik lagi ternyata PT. Astra Agro Lestari Tbk, telah ingkar janji. “Usai demo pihak Astra telah berjanji akan segera membayar ganti rugi lahan milik ahli waris seluas 874 hektar, yang selama 25 tahun dijadikan lahan Perkebunan sawit. Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya, hanya omon-omon saja,“ tegas Supriadi.
Dipaparkan Supriadi, keunikan demo dihalaman Kantor PT. GSDI anak Perusahaan PT. Astra Agro Lestari Tbk, yakni semua keluarga besar ahli waris dan keluarga Demang Dayak Desa Sulung, menggelar adat masing-masing, yang dijaga ketat pihak keamanan.
“Menggelar upacara adat, intinya kita berdoa agar semua keluarga ahli waris dan kelompok Suku Dayak, dan warga lainnya yang berada di halaman kantor PT. GSDI dan di dalam kebun sawit, tidak dipengarui nafsu jahat, seperti melakukan anarkis alias pengerusakan.
“Kami para ahli waris sampai sekarang masih sabar, namun tentunya sabar itu ada batasnya,“ tegas Supriadi. (man)












