SAMPIT – Renny Septio Dewi (39), Ketua Yayasan Persatuan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Cabang Sampit, tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan harunya.
Ia bersaksi bahwa BPJS Kesehatan telah menjadi penyelamat dan penopang utama dalam perjalanan pengobatan anaknya yang mengidap thalassemia sejak usia dini.
Renny mengenang kembali awal perjuangannya, anaknya didiagnosis menderita kelainan darah kronis pada usia empat tahun. Sejak saat itu, ia terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang kemudian memberikan banyak kemudahan dan keringanan dalam perawatan rutin anaknya.
“Saya sudah jadi peserta BPJS Kesehatan sejak anak saya masih kecil dan saya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sejak itu, saya merasa sangat terbantu. Transfusi rutin yang dulu menjadi beban, sekarang bisa kami jalani tanpa khawatir,” ujar Renny.
Sebagai Ketua POPTI Cabang Sampit, Renny tak hanya berjuang untuk putrinya sendiri, tetapi juga menjadi tempat berbagi bagi orang tua lain dengan kondisi serupa. Ia melihat langsung bagaimana layanan BPJS Kesehatan terus berkembang positif setiap tahunnya, sangat bermanfaat bagi pasien thalassemia seperti putrinya.
“Dulu kami harus repot bolak-balik mengurus rujukan berkala ketika ingin transfusi. Sekarang rujukan sudah otomatis langsung dari rumah sakit. Ini sangat membantu kami yang harus kontrol dan transfusi darah secara teratur,” jelasnya.
Dirinya juga aktif mendampingi keluarga yang anaknya menderita penyakit serupa. Ia menegaskan tidak ada kendala dalam penyediaan darah maupun proses pemulihan putrinya. Pelayanan di rumah sakit berjalan lancar, begitu pula interaksi dengan petugas BPJS Kesehatan.
“Saya mengakui, petugas-petugas BPJS sangat ramah dan selalu siap membantu kapan saja. Baik ketika kami membutuhkan informasi, bantuan administrasi, maupun saat situasi darurat, mereka selalu tanggap. Terima kasih sebesar-besarnya untuk BPJS Kesehatan dan seluruh stafnya atas perhatian yang luar biasa,” ungkap Renny penuh haru.
Namun, Renny juga menyadari masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya memahami mekanisme dan prosedur pelayanan BPJS Kesehatan. Ia pun berharap BPJS Kesehatan tidak lelah melayani dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat.
“Terkadang masyarakat belum paham alur menggunakan BPJS Kesehatan. Padahal kalau sesuai prosedur saya merasa sangat terlayani dan terbantu,” timpalnya.
Melihat langsung dampak positif program jaminan kesehatan ini terhadap sejumlah anak penderita thalassemia di Kotawaringin Timur dan sekitarnya, Renny menyampaikan rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan beserta seluruh jajarannya yang telah mengabdi dengan tulus. Baginya, BPJS bukan hanya penjamin biaya kesehatan, tetapi juga pemberi harapan.
Komitmen BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Terbaik:
Menyambut baik ungkapan terima kasih tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit, Iwan Kurnia, mengapresiasi testimoni dari Renny Septio Dewi. Ia menyatakan bahwa BPJS Kesehatan berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta, termasuk pasien berkebutuhan khusus seperti thalassemia.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Ibu Renny dan rekan-rekan POPTI. Apa yang kami lakukan adalah bagian dari tugas kami sebagai penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional. Anak-anak penderita thalassemia membutuhkan perhatian dan perawatan jangka panjang. BPJS Kesehatan memiliki kewajiban untuk memastikan mereka mendapat haknya secara layak. Dan kami akan terus berbenah untuk itu. Karena dari sanalah kami bisa terus memperbaiki diri dan memastikan layanan kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Iwan.
Renny juga menyampaikan harapannya agar BPJS Kesehatan bisa terus menjadi garda terdepan perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia. “Bagi kami, BPJS bukan cuma lembaga penjamin kesehatan, tapi sahabat dalam perjuangan. Saya yakin, dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan BPJS, tidak ada lagi yang merasa ditinggalkan dalam pelayanan kesehatan,” demikian Renny.(im/adv)












