PALANGKA RAYA – Car Free Day (CFD) di Kota Palangka Raya dinilai bisa menjadi sarana yang lebih dari sekadar ruang olahraga dan rekreasi. Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mendorong agar Pemko bersama instansi terkait memanfaatkan momen CFD sebagai wadah edukasi publik yang konstruktif.
“CFD bisa dijadikan momentum untuk kampanye gaya hidup sehat, keselamatan berlalu lintas, gerakan bersih lingkungan, hingga mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda,” ucapnya, Jumat 12 Juli 2025.
Pemerintah daerah bisa melibatkan sekolah, komunitas, serta pelaku seni agar kegiatan CFD lebih hidup dan mendidik. Edukasi bisa dikemas dalam bentuk permainan anak, panggung seni budaya, ataupun kegiatan interaktif lainnya.
“Buatlah CFD ini menjadi lebih bermakna. Libatkan sekolah, komunitas, dan pelaku seni. Anak-anak bisa diajak bermain sambil belajar, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat positif,” tambahnya.
Tak hanya itu, pentingnya pengawasan terhadap aktivitas yang berlangsung selama CFD agar tetap sesuai aturan dan tidak disalahgunakan. Menurutnya, keamanan dan ketertiban harus dijaga agar masyarakat merasa nyaman berpartisipasi.
“Kegiatan ini bagus, tapi tetap perlu ada pengawasan. Jangan sampai ada pelanggaran yang mengganggu kenyamanan warga, berharap CFD ke depan tidak hanya menjadi rutinitas akhir pekan, tetapi benar-benar menjadi ruang publik yang produktif, mendidik, dan menggembirakan,” ungkapnya. (yud)












