PALANGKA RAYA – Bripda Nopandri Ramadhana, personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, ternyata telah merencanakan pernikahannya pada 2027.
Kekasih Bripda Nopandri, Selvi, mengungkapkan hubungan mereka telah terjalin sejak akhir Februari 2024.
“Dari akhir Februari 2024,” ujarnya kepada Berita Sampit melalui pesan Instagram, Minggu pagi, 5 Juli 2026.
Selvi mengatakan, mereka telah merencanakan pernikahan pada 2027. Sebelum itu, Bripda Nopandri berencana mengajukan izin menikah pada Desember 2026.
“Tahun depan (rencana menikah), bulan 12 pengajuan katanya,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, Bripda Nopandri juga telah memberikan cincin sebagai tanda keseriusan hubungan mereka.
“Cuma diberi cincin pengikat biar enggak pergi dari dia,” katanya.
Menurut Selvi, hubungannya dengan keluarga Bripda Nopandri juga sudah sangat dekat. Rencana pernikahan sengaja dijadwalkan pada pertengahan 2027 karena almarhum ingin lebih dulu mengumpulkan uang agar tidak membebani keluarga.
“Sudah dekat banget sama keluarganya. Bulan 12 pengajuan, sekitar Juni atau Juli 2027 baru menikah sambil dia mengumpulkan uang karena enggak mau menyusahkan keluarganya,” ungkapnya.
Di mata Selvi, Bripda Nopandri merupakan sosok yang sangat baik selama mereka menjalin hubungan.
“Sangat, sangat, sangat baik. Tidak pernah jahat sama sekali,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Jenazah Bripda Nopandri Ramadhana dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Katingan pada Minggu pagi, usai diautopsi di RS Bhayangkara Palangka Raya.
Bripda Nopandri ditemukan meninggal dunia di Sungai Katingan, Desa Tumbang Lahang, pada Sabtu sore, 4 Juli 2026.
Sebelumnya, ia dinyatakan hilang saat operasi penangkapan bandar narkoba yang juga mengakibatkan gugurnya Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto yang juga hilang dalam operasi tersebut.
Sementara itu, polisi telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial S alias A dan R, serta masih memburu BIO yang melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.
(Sya'ban)












