KUALA PEMBUANG – Komitmen Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda dalam membangun daerah melalui kolaborasi lintas sektor kembali ditegaskan saat dirinya membuka secara resmi Pertemuan Pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), Kamis 17 Juli 2025 di Gedung Serbaguna Kuala Pembuang. Forum ini digagas sebagai upaya konkret menyatukan langkah pemerintah dan perusahaan swasta dalam menjalankan program sosial secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Momentum ini menjadi sorotan, tak hanya karena kehadiran sejumlah tokoh penting seperti Wakil Bupati H. Supian, Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo, serta para pejabat daerah dan perwakilan perusahaan besar, tapi juga karena semangat baru yang dibawa: membumikan konsep CSR agar tak lagi bersifat simbolik, melainkan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah tidak akan pegang langsung dana CSR. Tugas kami hanya memfasilitasi dan memastikan forum ini berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” tegas Bupati di hadapan para pemangku kepentingan yang hadir. Ia menekankan pentingnya forum sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan sosial dan lingkungan di Seruyan.
Lebih dari sekadar seremoni, Bupati menargetkan agar forum segera menyusun program kerja untuk periode 2025–2027 dan membentuk struktur organisasi yang solid. Langkah ini disebutnya sebagai bagian dari penguatan tata kelola pembangunan daerah berbasis kolaborasi dan kepercayaan.
Tak tanggung-tanggung, Bupati juga berencana mengundang langsung para pemilik dan pengambil kebijakan perusahaan di Jakarta. “Kita ingin para pengambil keputusan mendengar langsung kebutuhan dan potensi daerah. Seruyan harus jadi prioritas mereka,” ujarnya.
Dengan peluncuran Forum TJSLP ini, harapan besar pun digantungkan: agar CSR tidak lagi menjadi agenda pinggiran, tapi menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Bumi Gawi Hatantiring.
(ASY)












