PULANG PISAU – Dari jalan-jalan desa yang mulai rapi, pertanian yang menggeliat, hingga semangat gotong royong yang tetap hangat, itulah potret Desa Garantung hari ini. Di usia ke-35, desa yang terletak di Kecamatan Maliku ini mulai menjelma sebagai simbol desa mandiri yang tak sekadar bertahan, tapi berkembang bersama warganya.
Hal itu menjadi sorotan Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa'i, saat menghadiri Puncak HUT ke-35 Desa Garantung, Kamis 24 Juli 2025. Didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta serta jajaran kecamatan, Bupati mengaku bangga terhadap kemajuan desa yang lahir bukan dari proyek besar, melainkan kerja kolektif warga.
“Desa Garantung menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tapi juga jiwa. Ada semangat, ada nilai-nilai lokal yang tetap dijaga, dan itulah yang membuat desa ini istimewa,” kata Rifa'i dalam sambutannya di hadapan ratusan warga.
Menurutnya, refleksi ulang tahun desa semestinya tidak hanya menjadi seremonial tahunan. Lebih dari itu, ini momen penting untuk mengevaluasi arah pembangunan, menyusun langkah ke depan, dan menyatukan visi antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan di daerah tidak akan pernah tercapai jika desa dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah kabupaten berkomitmen untuk terus hadir, mendampingi, dan mendorong desa menjadi motor utama pembangunan yang tangguh dan mandiri.
“Desa jangan lagi dianggap sebagai objek pembangunan, tapi subjek. Mereka punya potensi, punya kekuatan sosial, dan harus diberi ruang untuk tumbuh sesuai karakter lokal,” tegasnya.
Selain mengapresiasi capaian di bidang infrastruktur, pertanian, dan sosial budaya, Bupati juga mengajak seluruh warga menjaga kebersamaan serta memperkuat kelembagaan desa demi keberlanjutan.
“Selamat hari jadi ke-35 untuk Desa Garantung. Ini bukan akhir, tapi awal untuk mewujudkan desa yang lebih hidup dan berdaya,” pungkasnya dengan penuh harap. (ds)












