KUALA KAPUAS – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, turun langsung memantau penanganan medis terhadap seorang pasien kanker payudara asal Desa Muara Dadahup di RSUD dr. Soemarno Sostroatmodjo, Jumat 25 Juli 2025.
Bersama jajaran pejabat struktural Dinkes Kapuas, yakni Kabid Pelayanan Kesehatan Pandit, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Ahmad Haspiani, serta tim Penyakit Tidak Menular (PTM), kunjungan ini menjadi bentuk kehadiran nyata pemerintah daerah dalam mengawal hak warga atas layanan kesehatan.
Pasien berinisial Ny. H (36) datang dalam kondisi darurat dan langsung mendapatkan tindakan medis mulai dari pemeriksaan tanda vital, tes laboratorium dan rontgen, hingga pemasangan infus. Tim medis RSUD disebut telah menangani kasus ini sesuai dengan standar prosedur penanganan penyakit berat.
Namun kunjungan Dinkes tak hanya terbatas pada satu pasien. Rombongan juga menyempatkan diri menjenguk pasien lain di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang berasal dari berbagai kecamatan di Kapuas, termasuk Tamban Catur, Tajepan, Handel Gabin Sei Tatas, hingga wilayah Selat.
“Kunjungan ini bukan seremonial. Kami ingin memastikan bahwa pelayanan berjalan dengan cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan medis pasien. Terutama bagi warga yang harus melawan penyakit kronis seperti kanker,” ujar dr. Tonun di sela-sela pemantauan.
Menurutnya, keterlibatan langsung dari jajaran Dinas Kesehatan adalah bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memberi dukungan moril dan teknis kepada pasien maupun pihak rumah sakit.
Dinas Kesehatan berharap rumah sakit terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk dalam aspek pendampingan psikologis, edukasi, dan follow-up kondisi pasien. Apalagi dalam kasus penyakit berat, kata dia, ketepatan tindakan dan kecepatan respons sangat menentukan kualitas hidup pasien.
Pihak RSUD dr. Soemarno menyatakan komitmennya untuk terus memantau kondisi Ny. H dan menjalankan prosedur lanjutan sesuai hasil diagnosis dan perkembangan kondisi pasien. Pemerintah daerah juga tengah mempelajari dukungan lanjutan bagi pasien tidak mampu agar mendapat perawatan yang optimal. (ds)












