PALANGKA RAYA – Sebanyak 22 Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kota Palangka Raya masa bakti 2025–2029 resmi dilantik di Gedung Olah Seni Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya, Senin 25 Agustus 2025. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua IV Perwosi Provinsi Kalimantan Tengah, Hj Lily Hadianie.
Dari 22 pengurus yang dilantik, Ketua Perwosi dijabat Mesliani Tara, Wakil Ketua I Trienewidyanti M. Saptono, Wakil Ketua II Hj. Ruslianti Burhanuddin, dan Wakil Ketua III Hj. Norlaina R. Satia. Kemudian Sekretaris Rustinun, Wakil Sekretaris Neni Tresnita, Bendahara Marni Nining, dan Wakil Bendahara Meiyani.
Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Alman Pakpahan mewakili Wali Kota Palangka Raya.
Membacakan sambutan Wali Kota Palangka Raya, Alman mengatakan, momen pelantikan ini bukan sekadar prosesi seremonial. Lebih dari itu, menjadi tonggak penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan olahraga di Kota Palangka Raya.
“Perwosi hadir untuk memberdayakan perempuan melalui olahraga, meningkatkan kualitas kesehatan, serta membangun karakter bangsa yang kuat. Data Kementerian Pemuda dan Olahraga menunjukkan partisipasi perempuan dalam olahraga terus meningkat, dan ini harus kita dukung,” ucapnya.
Kehadiran PERWOSI Kota Palangka Raya sangat strategis untuk memperluas gerakan “sport for all” serta meningkatkan prestasi olahraga. Hal ini juga sejalan dengan upaya membangun ketahanan keluarga melalui pola hidup sehat.
“Selain itu juga menyebutkan bahwa Pemko Palangka Raya mengapresiasi pengurus Perwosi periode sebelumnya yang telah memberikan kontribusi nyata,” tambahnya.
Kepada pengurus baru, berpesan untuk mengembangkan program inovatif yang mencakup pembinaan atlet perempuan berprestasi, penguatan olahraga rekreasi berbasis komunitas, serta sinergi dengan pemerintah, KONI, sekolah, dan komunitas masyarakat.
“Jika perempuan sehat, akan lahir keluarga sehat, masyarakat kuat, dan bangsa tangguh. Karena itu, peran Perwosi bukan hanya di arena olahraga, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam menanamkan budaya hidup sehat,” ungkapnya. (yud)












