KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas resmi mencanangkan program Kapuas Mengaji tahun 2025 yang dirangkai dengan penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-47 serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan penuh makna ini berlangsung di Halaman Masjid Agung Al Mukarram Kapuas.
Bupati Kapuas HM Wiyatno hadir bersama Wakil Bupati Dodo, Sekda Usis I Sangkai, jajaran pemerintah daerah, dewan hakim, serta ribuan masyarakat. Suasana semakin khidmat dengan ceramah agama yang disampaikan Al-ustadz H. Ilham Humaidi dari Banjarmasin.
Bupati Wiyatno, pada keterangannya Minggu 7 September 2025, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tapi pengingat agar kita meneladani kasih sayang, kejujuran, dan kesederhanaan Rasulullah. Semoga Kapuas menjadi daerah religius, rukun, dan sejahtera,” ucap Wiyatno.
Ia juga memberi apresiasi tinggi atas suksesnya MTQH ke-47 yang menghadirkan 530 peserta dari 17 kecamatan. Menurutnya, MTQH tidak hanya lomba membaca Al-Qur'an, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda yang Qur'ani dan berakhlak mulia.
Bupati menyampaikan selamat kepada para juara dan memberi pesan khusus bagi peserta yang belum berhasil. “Jangan berkecil hati. Keikutsertaan di MTQH adalah ibadah, sekaligus langkah mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Letkol Inf Pamungkas Army Saputro yang juga Dandim 1011/KLK menekankan pentingnya memaknai Maulid Nabi sebagai sarana meneladani kepemimpinan dan perjuangan Rasulullah. Ia menyebut, semangat itu sejalan dengan cita-cita membangun masyarakat Kapuas yang berkarakter Islami.
Ketua Umum LPTQ Kapuas, H. Suwarno Muriyat, menambahkan bahwa bersamaan dengan penutupan MTQH, diluncurkan program Kapuas Mengaji. Program ini melibatkan dua ribu peserta didik dari sekolah, madrasah, dan pondok pesantren. “Mengaji harus menjadi budaya, bukan hanya membaca, tetapi juga mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Kegiatan malam itu ditutup dengan doa dan tausiyah yang menegaskan kembali arti penting Maulid Nabi serta harapan agar Kapuas Mengaji benar-benar menjadi gerakan bersama yang memperkuat iman dan ukhuwah Islamiyah di Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung. (ds)












