Warga RT 24 Tolak Depo Sampah Samping SMPN 3 Sampit, Pencemaran Udara Menjadi Sumber Penyakit

NARDI/BERITASAMPIT - Depo Sampah di samping SMP Negeri 3 Sampit.

SAMPIT – Penolakan warga terhadap keberadaan depo sampah di samping SMP Negeri 3 Sampit Jalan Cristopel Mihing Baamang Timur (Kotim) semakin keras disuarakan. Ketua RT 24, Abdul Salam, menyampaikan keresahan warganya yang sudah cukup lama menderita akibat dampak bau busuk dari depo tersebut.

“Keluhan masyarakat di RT 24 sudah sangat berat. Bau menyengat setiap hari tercium, menyebabkan polusi udara yang bisa memicu penyakit, terutama bagi anak-anak dan balita,” kata Abdul, Kamis 11 September 2025.

Selain itu, keberadaan depo sampah dekat dengan sekolah jelas mengganggu aktivitas belajar, aroma tak sedap terciup setiap hari.

Warga tegas meminta agar depo sampah itu segera ditutup atau dialihfungsikan. Mereka mengaku sudah cukup lama bersabar.

“Warga sudah cukup lama bersabar, kalau permintaan ini tidak digubris, kami akan adukan masalah ini ke DPRD Kotim. Jangan sampai warga kehilangan kesabaran,” tegasnya.

Sementara itu sebelumnnya Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Baamang, Andin, juga mengeluarkan pernyataan keras. Ia menilai pembangunan depo sampah tersebut sejak awal sudah dipaksakan dan sarat kejanggalan.

“Alih fungsi depo ini adalah keharusan. Dari awal pembangunannya dipaksakan dengan mengabaikan prosedur kelayakan. AMDAL tidak pernah dilakukan, warga tidak diberi ruang dialog, bahkan ada indikasi tanda tangan persetujuan dipalsukan,” tegas Andin.

Sebagai orang tua siswa SMPN 3 Sampit, ia juga menambahkan bahwa keberadaan depo sampah sangat meresahkan. Bau menyengat dan serangan lalat yang membawa bibit penyakit mengganggu proses belajar serta membahayakan anak-anak.

“Kami sangat keberatan. Anak-anak kami bersekolah di lingkungan yang seharusnya sehat, bukan berdekatan dengan tumpukan sampah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andin menilai pemerintah daerah bersikap arogan dalam pembangunan depo sampah tersebut.

“Ini bentuk arogansi pemerintah daerah yang memaksakan pembangunan. Kami bersama warga meminta agar depo itu segera ditutup dan dialihfungsikan,” pungkasnya. (Nardi)

baca juga ...  Tragedi Subuh di Cempaga: Pelangsir Minyak Meninggal Dunia Usai Tersenggol Truk
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!