PALANGKA RAYA – Tokoh masyarakat di Kabupaten Barito Selatan mengusulkan Jalan Buntok–Palangka Raya diberi nama Cristian Simbar. Usulan itu disampaikan dalam reses perorangan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Daerah Pemilihan IV.
Warga Mangkatib menyampaikan berbagai keluhan dan usulan kepada anggota DPRD. Aspirasi tersebut disampaikan Juru Bicara Reses, Kasri Yani, dalam rapat paripurna DPRD belum lama ini.
“Di Kelurahan Mangkatip, lurah mengusulkan perbaikan jalan Mangkatib-Lehai. Usulan perbaikan/pembangunan jalan lingkungan di Mangkatip, tindak lanjut pembangunan dermaga Mangkatip, serta pembangunan masjid di Mangkatip,” kata Kasri Yani.
Selain itu, kata Kasri, warga Mangkatip meminta pembangunan atau perbaikan jalan usaha tani, perhatian terhadap 30 Kelompok Tani Mangkatip, dan perbaikan atau rehabilitasi gedung olahraga. Kepala Sekolah SMA Mangkatip juga mengusulkan penimbunan halaman sekolah.
“Selain itu warga mengusulkan sarana prasarana Internet,” lanjut Kasri. Mantir adat Kecamatan Dusun Hilir juga menyampaikan usulan sarana jalan di lingkungan Mangkatip, fasilitas kesehatan, serta pengawasan terhadap pekerjaan proyek oleh rekanan.
Di Desa Rangga Ilung, kepala desa mengusulkan kebutuhan sarana prasarana air bersih, tenaga medis dokter mengingat jumlah jiwa melebihi 300 orang, dan listrik agar menyala 1×24 jam.
“Penerimaan karyawan lokal tidak terakomodir, karenanya memohon kepada Anggota legislatif Provinsi agar dapat kiranya membantu menyampaikan ke pihak perusahaan,” ujar Kasri.
Warga juga mengusulkan bantuan keramba ikan, penimbunan pasir lingkungan sekolah, rehabilitasi SMA Rangga Ilung, dan kesempatan mengikuti tes P3K.
“Permintaan serta usulan masyarakat Kabupaten Barito Selatan mengusulkan jalan Buntok-Palangka Raya dinamakan jalan CRISTIAN SIMBAR,” kata Kasri.
Di Desa Tarusan, Kecamatan Dusun Utara, warga mengusulkan jalan menuju SMA Tarusan sepanjang 300 meter, perbaikan atap masjid, lampu penerangan jalan, bantuan pembuatan jalan, lahan HPL untuk cetak sawah seluas 500 hektare, peningkatan jalan Reong-Tarusan, penanganan longsor RT 1 Tarusan, dan bantuan dari Sanggar Seni Wayang.
Sementara di Desa Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir, warga meminta jalan Mangkatip-Lehai sepanjang delapan kilometer, pembangunan lapangan bulu tangkis, serta sarana fasilitas digitalisasi pembuatan Kartu Induk Anak (KIA) dan ijazah.
“Memohon sarana fasilitas untuk digitalisasi pembuatan Kartu Induk Anak (KIA) ijazah dan usulan penimbunan halaman sekolah, pagar sekolah SMA Mangkatip,” tutup Kasri.
(Syauqi)












