Kalteng Matangkan Rencana Induk Pengelolaan Sampah Lewat FGD Lintas Sektor

IST/BERITASAMPIT - DLH Kalteng  Susun Draft Dokumen RIPS.

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sedang menyusun Draft Dokumen Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) sebagai pedoman pengelolaan sampah daerah secara jangka panjang.

Sebagai bagian dari tahapan penyempurnaan dokumen, DLH akan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) guna melakukan validasi dan klarifikasi data serta pembahasan arah rencana induk dan kebijakan, di Aula Dinas Lingkungan Hidup Provinsi , Jumat 10 Oktober 2025.

Pelaksanaan FGD diikuti sejumlah pemangku kepentingan DLH Kalteng, DLH , DLH , DLH , DLH Timur, DLH Barat, DLH , DLH dan Kehutanan Kabupaten , DLH , DLH ,
DLH , DLH , DLH , DLH , DLH Kehutanan dan Perhubungan .

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Joni Harta dalam hal ini diwakili, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Tumi Hassi mengatakan, sebagaimana di ketahui bersama, pengelolaan sampah merupakan salah satu isu lingkungan hidup yang sangat krusial dan kompleks.

“Tidak hanya menyangkut aspek teknis dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, ekonomi, budaya, serta tata kelola yang baik. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan yang menyeluruh, terarah, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, serta untuk mendukung target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada tahun 2025, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi bekerjasama dengan Universitas menyusun Dokumen Rencana Induk Pengelolaan Sampah Provinsi .

“Dokumen ini tidak hanya akan menjadi acuan kebijakan dan perencanaan di tingkat provinsi, tetapi juga diharapkan dapat memberikan arahan strategis bagi kabupaten/kota dalam menyusun rencana-rencana turunannya, seperti Jakstrada, rencana pengelolaan TPA, hingga skema kemitraan dengan sektor swasta dan masyarakat,”tambahnya.

Oleh karena itu, FGD hari ini memiliki arti yang sangat penting. Kehadiran dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota adalah wujud nyata komitmen dan sinergi antarlevel dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengharapkan masukan, saran, serta informasi lapangan dari daerah masing-masing agar dokumen yang disusun benar-benar bersifat partisipatif, aplikatif, dan responsif terhadap kebutuhan daerah,” lanjutnya.

Selain itu juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Penyusun dari Universitas atas kerja keras dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik hingga saat ini.

“Harapan kami, kerja sama ini akan menghasilkan dokumen yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki nilai strategis dan operasional bagi pengelolaan lingkungan hidup di ,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Pembagian Bibit Cabai Gratis Jadi Media Edukasi dan Dorong Kemandirian Pangan Masyarakat
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!