Komisi III DPRD Kotim Desak Pemkab Berikan Perhatian Serius untuk Guru Pelosok

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota Komisi III DPRD Kotim SP Lumban Gaol.

SAMPIT – Anggota Komisi III (Kotim), Sihol Parningotan Lumban Gaol, menyoroti keras kondisi para guru di wilayah pelosok yang harus berjuang keras melewati jembatan ambruk demi menjalankan tugas mengajar.

Ia menilai, viral di Terantang, Kecamatan Seranau, menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah.

“Harapan kami, ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Banyak guru di pelosok yang selama ini luput dari perhatian. Infrastruktur di sana sangat tidak memadai, padahal mereka berjuang setiap hari demi pendidikan anak-anak di pelosok,” tegas Gaol, Jumat 10 Oktober 2025.

Selain wilayah Seranau, Infrastruktur di sejumlah wilayah pelosok lainnya di Utara Kotim maupun di selatan juga demikian. Sehingga ini harusnya menjadi perhatian karena setiap perjuangan guru-guru pelosok inilah yang akan mencerdaskan anak-anak Kotim.

Ia menilai, semangat para guru itu luar biasa, namun seharusnya tidak dibiarkan dalam kondisi sulit seperti itu. Pemerintah perlu memastikan akses dan fasilitas dasar tersedia agar tenaga pendidik dapat melaksanakan tugas dengan aman dan nyaman.

“Jangan hanya fokus membangun di wilayah kota. Sementara di daerah pinggiran dan pelosok, masyarakat masih dibiarkan dengan fasilitas minim. Kalau akses dasar seperti jembatan saja sulit, bagaimana mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik?” ujarnya.

Politisi Demokrat ini juga mendesak agar sejumlah dinas terkait segera turun tangan memperbaiki jembatan penghubung Terantang menuju Batuah.

“Ini bukan sekadar persoalan infrastruktur, tapi bentuk keberpihakan terhadap tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak kemajuan daerah,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya sekelompok guru di Terantang, Kecamatan Seranau menjadi viral di media sosial usai mereka berjuang membuat jembatan darurat dari papan kayu agar bisa menuju Batuah. itu diunggah ke Facebook pada Kamis 9 Oktober 2025.

Dalam video yang beredar, para guru terlihat bergotong royong menyusun papan-papan kayu yang berserakan di sekitar jembatan yang ambruk. Kondisi jembatan itu hanya menyisakan beberapa kayu penyangga, sementara papan lantainya sudah hilang terbawa arus.

Agar tetap bisa melintas, mereka menyusun kembali potongan kayu seadanya menjadi lantai jembatan darurat. Beberapa guru bahkan tampak berhati-hati menarik motor mereka menyeberang tanpa dikendarai, karena khawatir papan yang disusun tidak kuat menahan beban.

“Perjuangan bapak ibu guru yang ada di pinggir kota. Tepatnya di Terantang menuju Batuah.” tulis dalam caption video itu.
(Nardi)

baca juga ...  Ketua DPRD Kalteng Ingatkan Perbedaan Politik Jangan Abaikan Kepentingan Rakyat
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!