DPRD Dapil 1 Kotim Serap Aspirasi Masyarakat Mentawa Baru Hilir

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim dapil I saat melaksanakan reses di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

SAMPIT – Rombongan anggota DPRD (Kotim) daerah pemilihan (dapil) I melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin 13 Oktober 2025.

Rombongan yang hadir terdiri dari Supriyanto, Angga Aditya Nugraha, Riskon Fabiansyah, Muhammad Idi, M Kurniawan Anwar, Cindy Maulidtika, Modika Latifah, dan M Ramadhana Rahman. Mereka disambut langsung oleh Lurah Mentawa Baru Hilir, Rita Purwanto.

Dalam pertemuan itu, Angga Aditya Nugraha mengungkapkan bahwa mereka hadir menyerap aspirasi masyarakat terkait sejumlah permasalahan yang disampaikan ke pihak kelurahan. 

Salah satunya terkait Koperasi Merah Putih yang hingga kini belum memperoleh modal usaha meski seluruh proses administrasi, termasuk pembukaan rekening, telah diselesaikan. 

Koperasi saat ini berjalan dengan modal swadaya dari rekan-rekan masyarakat Mentawa Baru Hilir dan sistem kepercayaan.

Selain itu, juga disampaikan berbagai persoalan di tingkat RT yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.

Lurah Mentawa Baru Hilir, Rita Purwanto, menjelaskan beberapa permasalahan utama di wilayahnya. Di antaranya banjir yang sering terjadi di Jalan Pelita, Jalan Anggur, dan sejumlah titik lainnya. 

Persoalan banjir di Jalan Pelita belum teratasi. Drainase tersumbat karena aliran ke sungai sudah buntu, bahkan sudah rutin dilakukan gotong royong tapi tetap banjir.

Menanggapi hal itu, Angga menyarankan agar dilakukan pembongkaran terhadap halaman ruko yang menutup jalur air guna memperlancar normalisasi saluran. 

“Hujan sedikit saja air sudah setinggi mata kaki. Banyak rumah warga tergenang dan perlu langkah tegas agar aliran air kembali lancar,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan jam operasional depo sampah yang dinilai tidak fleksibel. Menurut Rita, warga berharap jadwal pembuangan sampah bisa diperpanjang hingga malam hari karena aktivitas warga umumnya padat di pagi hingga sore.

baca juga ...  HUT ke-73 Kotim, Momentum Evaluasi-Penguatan Komitmen Pembangunan Merata hingga Pelosok 

Sementara itu, Riskon menyampaikan apresiasi kepada pihak kelurahan yang telah memfasilitasi kegiatan reses tersebut. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kelurahan, dan masyarakat dalam menuntaskan persoalan drainase serta pengelolaan sampah.

“Masalah banjir harus ada koordinasi dengan masyarakat, jangan sampai ketika pemerintah membongkar saluran drainase, masyarakat justru menuntut ganti rugi, harus ada sosialisasi. Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa drainase adalah milik publik. Kalau warga minta diganti rugi, anggaran akan habis untuk itu saja,” kata Riskon.

Ia juga menyinggung kebijakan jam operasional depo sampah yang perlu dikaji ulang oleh dinas teknis. Menurutnya, jam operasional yang terlalu sempit membuat warga kesulitan membuang sampah pada waktu yang sesuai dengan aktivitas mereka. 

“Kita ingin fleksibilitas waktu agar masyarakat tetap bisa menjaga kebersihan tanpa menimbulkan penumpukan sampah di pinggir jalan,” tambahnya.

Modika Latifah menegaskan bahwa aspirasi masyarakat terkait banjir dan sarana pendidikan yang terendam akan disampaikan dalam pembahasan anggaran. Tertutupnya saluran di perempatan Jalan Pelita dan DI Panjaitan menjadi penyebab aliran tidak lancar. Karena dulu disitu ada saluran besar sebagai air mengalir.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama mengatasi banjir yang sudah rutin, hujan sebenar saja sudah terendam,” ujarnya.

Ia menyebutkan posisi anggaran di Dinas Bina Marga sudah di nol kan efek dari efisiensi anggaran 2026.

“Namun itu akan kami tanya langsung dengan Dinas Bina Marga dalam rapat APBD 2026 dan infrastruktur harusnya tetap menjadi program prioritas,” katanya.

Sementara itu, Kurniawan Anwar menyoroti persoalan parkir liar dan bangunan semi permanen di sepanjang Jalan Suprapto yang membuat arus lalu lintas sempit. 

“Kami sudah mendengar keluhan masyarakat. Beberapa ruas jalan makin sempit karena parkir mobil ataupun truk di Jalan Suprapto depan Telkom, warung semi permanen juga tumbuh disitu. Ini harus menjadi perhatian bersama Dishub dan dinas teknis lainnya,” tegasnya.

baca juga ...  Rapat Dengar Pendapat: Komisi I DPRD Kotim Bahas Sengketa Lahan antara Warga Parenggean dengan PT BMW

Ia menambahkan, kawasan Mentawa Baru Hilir merupakan jalur padat yang dilewati masyarakat dari berbagai wilayah, sehingga penataan drainase, parkir, dan kebersihan menjadi tanggung jawab bersama. 

“Kami akan terus mendorong agar setiap aspirasi ini ditindaklanjuti dalam rapat paripurna hasil reses,” tutupnya.

Angga menyampaikan hasil reses Dapil 1 nantinya akan disampaikan dalam rapat Paripurna dan dibahas dalam rapat kerja pembahasan anggaran 2026 masing-masing komisi bersama mitra kerja yang membidanginya.

Lurah mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan DPRD Kotim yang telah menyempatkan waktu turun langsung ke lapangan.

“Kami berharap hasil pertemuan ini membawa manfaat bagi masyarakat Mentawa Baru Hilir dan menjadi perhatian pemerintah daerah,” ucapnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!