PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, menegaskan bahwa pelaku usaha lokal memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kota Palangka Raya. Pemberdayaan pelaku usaha merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem wisata yang berkelanjutan.
“Ketika pelaku usaha lokal diberdayakan, mereka tidak hanya menggerakkan perekonomian, tetapi juga menjadi wajah pariwisata Palangka Raya,”ucapnya, Sabtu 15 November 2025.
Keberadaan UMKM, pedagang kuliner, pengrajin, serta penyedia jasa wisata menjadi unsur penting yang harus mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan. Banyak daerah mampu memaksimalkan destinasi wisatanya berkat integrasi produk lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata.
“Wisatawan selalu mencari sesuatu yang berbeda, dan ciri khas itu tercermin dari produk lokal yang mencerminkan identitas masyarakat,” tambahnya.
Perlunya pemerintah menjadikan pelaku usaha lokal sebagai mitra dalam setiap program pengembangan pariwisata. Terutama di kawasan wisata berbasis alam seperti Kereng Bangkirai, Sungai Kahayan, hingga kawasan konservasi gambut yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Tanpa dukungan terhadap pelaku lokal, pariwisata berisiko hanya memberikan manfaat bagi sebagian pihak saja, sementara masyarakat sekitar destinasi tidak merasakan dampak signifikan,” lanjutnya.
Pariwisata seharusnya memberikan manfaat langsung kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi wisata. Jika hal ini tidak terjadi, keberlanjutan destinasi akan sulit dicapai.
“Sebagai upaya mendukung penguatan usaha masyarakat, serta mendorong pemerintah untuk menyediakan pendampingan, pelatihan promosi, serta akses permodalan bagi UMKM agar mampu bersaing secara profesional di tengah meningkatnya kebutuhan industri wisata,” ungkapnya. (yud)












