PALANGKA RAYA-Menanggapi pemberitaan Palangka Raya, yang menyebutkan adanya penurunan produksi padi di Kalimantan Tengah tahun 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan klarifikasi resmi. Berdasarkan data Sistem Informasi Produksi dan Distribusi Pangan Strategis (SI PDPS) hingga September 2025, kondisi produksi padi di Kalimantan Tengah justru menunjukkan tren meningkat.
Data DTPHP Kalteng mencatat luas panen padi mencapai 135.684 hektare dengan produktivitas rata-rata 37,6 kuintal per hektare dan produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 437.531 ton. Angka ini lebih tinggi 108 ribu ton dibandingkan prediksi BPS yang memperkirakan produksi hanya sekitar 329 ribu ton GKG.
“Artinya, produksi padi kita tahun 2025 tidak menurun seperti yang diberitakan, tetapi justru naik sekitar 9,7 persen dibanding tahun 2024,”ucap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, Rabu 19 November 2025.
Selain itu, luas panen riil yang terdata melalui SI PDPS juga lebih besar dari estimasi BPS, yakni 135.684 hektare dibanding 96.940 hektare. Sementara itu, luas puso (gagal panen) tercatat hanya 0,6 persen dari total luas tanam, sehingga tidak memengaruhi ketersediaan pangan secara signifikan.
“DTPHP menegaskan, perbedaan angka ini disebabkan oleh perbedaan metodologi pengumpulan data. BPS menggunakan pendekatan model KSA (Kerangka Sampel Area) yang bersifat estimatif, sementara DTPHP menghimpun data aktual lapangan dari petugas penyuluh pertanian di seluruh kabupaten/kota,”tambahnya.
Dengan hasil tersebut, DTPHP memastikan bahwa ketersediaan beras dan kondisi ketahanan pangan Kalimantan Tengah tetap aman dan terkendali.
“Pemerintah provinsi juga terus berupaya meningkatkan efisiensi sistem irigasi, penggunaan varietas unggul, serta memperluas areal tanam sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi berkelanjutan,” ungkapnya. (yud)












