Saatnya Daerah Kelola Tambang, Menteri ESDM Pastikan BUMD dan Koperasi Dapat Izin Prioritas

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan dalam Musda Golkar Kalteng di Swiss-Belhotel Danum , Sabtu, 29 November 2025.

– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi daerah untuk mengelola potensi tambang mereka sendiri. Ia memastikan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal akan mendapatkan prioritas dalam perizinan tambang.

Bahlil mengkritisi kondisi sebelumnya di mana mayoritas Izin Usaha Pertambangan (IUP) dikuasai oleh perusahaan-perusahaan di Jakarta, sementara masyarakat di daerah hanya menjadi penonton.

“Kementerian ESDM atas arahan Bapak Presiden, tambang-tambang ini luar biasa banyak, IUP-nya berada di Jakarta. Hampir semua orang daerah punya tambang itu sedikit. Maka dalam rangka melaksanakan Pasal 33 UUD 1945, kami merubah UU Minerba. Sudah saatnya orang daerah yang mengelola tambang itu,” tegas Bahlil, saat membuka Musda Golkar Kalteng di Hotel Swiss-Belhotel Danum , Sabtu, 29 November 2025.

Ia mempertanyakan mengapa dominasi pengusaha dari ibu kota terus terjadi dan merasa opsi untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat daerah belum dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

“Kenapa harus orang Jakarta terus? Kenapa opsi memberikan kepada teman-teman daerah kok rasanya belum sungguh-sungguh? Maka dengan perubahan UU Minerba, PP sudah ada, Permen juga sudah saya undangkan. Maka sekarang UMKM daerah, BUMD daerah, dan koperasi daerah sudah bisa mendapatkan izin (tambang) dengan proses prioritas,” jelasnya.

Menteri Bahlil berharap kebijakan ini dapat mengubah nasib masyarakat lokal, yang sering kali hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat menjadi pengusaha daerah.

“Saya ingin kita jadikan orang daerah menjadi tuan di negerinya sendiri, jangan jadi penonton terus. Saya pernah merasakan sakitnya ketika menjadi pengusaha daerah,” ujarnya.

baca juga ...  Kepala Daerah se-Kalteng Komitmen Terapkan Manajemen Talenta ASN

Kebijakan ini diakbil lantaran dirinya punya pengalaman bekerja di sektor tambang sebelum menjadi politisi hingga menteri.

“Saya waktu itu ketika menjadi kontraktor di PT Freeport, susahnya minta ampun, dan saya punya pengalaman yang rumit dan susah itu tidak terjadi lagi di jaman sekarang. Sudah saatnya kita bersama-sama bergandengan tangan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” tutup Bahlil.

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!