PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa musibah banjir yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara merupakan duka bersama seluruh bangsa, termasuk masyarakat Kalimantan Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pelepasan Bantuan Kemanusiaan bagi korban bencana banjir di tiga provinsi tersebut yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 11 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menegaskan bahwa solidaritas dan kepedulian antarwilayah menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi situasi bencana. Menurutnya, penderitaan masyarakat di daerah lain harus dirasakan sebagai duka bersama.
“Duka mereka adalah duka kita bersama, duka seluruh bangsa Indonesia, termasuk masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar Sabran.
Gubernur menjelaskan, bantuan kemanusiaan yang dihimpun berasal dari berbagai elemen masyarakat Kalimantan Tengah. Dukungan tersebut melibatkan unsur Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), tenaga kontrak, mahasiswa, pelajar, perbankan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.
Ia menyebutkan bahwa penggalangan bantuan tersebut mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan semangat persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat Kalimantan Tengah, sejalan dengan falsafah Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan dan solidaritas.
“Melalui bantuan ini, Kalimantan Tengah ingin menunjukkan kehadiran dan kepedulian untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera,” katanya.
Adapun bantuan yang berhasil dikumpulkan terdiri dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp3 miliar dan bantuan keuangan dari pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng sebesar Rp3,9 miliar. Selain itu, donasi dari ASN, tenaga kontrak, serta siswa SMA/SMK di lingkungan Pemprov Kalteng mencapai Rp745 juta.
Bantuan lainnya berupa barang senilai Rp50 juta, bantuan dari Bank Kalteng sebesar Rp700 juta, bantuan dari Bank Indonesia dan perbankan sebesar Rp20 juta, serta bantuan barang dari Polda Kalteng senilai Rp600 juta.
Total bantuan yang terkumpul mencapai sekitar Rp9 milliar, ditambah sumbangan dari mahasiswa sebesar Rp129 juta.
Gubernur berharap bantuan kemanusiaan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat terdampak banjir serta mendukung proses pemulihan di daerah yang dilanda bencana.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai musibah.
(Sya'ban)












