SAMPIT – Keluarga korban penembakan yang terjadi di areal perkebunan sawit di wilayah perbatasan KKP 3 PT Wilmar dan PT MAS Bakung Estate Mas menegaskan saat ini lebih memprioritaskan proses perawatan medis korban dibandingkan langkah hukum.
Alexius Esliter, politisi senior Kalimantan Tengah sekaligus tokoh masyarakat Dayak, mengungkapkan bahwa para korban merupakan keluarganya.
Ia menyebutkan, empat orang korban penembakan tersebut adalah sepupunya.
“Keempatnya adalah sepupu saya,” ujar Alexius saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit, Senin malam, 22 Desember 2025.
Alexius menjelaskan, saat ini pihak keluarga masih fokus pada kondisi kesehatan korban yang tengah menjalani perawatan intensif.
Ketika ditanya terkait langkah hukum yang akan ditempuh, ia mengatakan hal tersebut belum menjadi prioritas utama keluarga.
“Kami fokus dulu pada perawatan medis mereka,” katanya.
Meski demikian, Alexius tidak menampik bahwa para korban diduga telah melakukan kesalahan dengan mengambil buah sawit di areal perusahaan.
Namun, ia menilai tindakan penanganan di lapangan perlu dikaji lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Desa Kenyala Sahewan turut mempertanyakan tindakan oknum aparat penegak hukum (APH) yang mengakibatkan warganya mengalami luka tembak.
Menurutnya, jika memang terjadi dugaan tindak pidana, seharusnya para pelaku diamankan dan diserahkan ke polsek terdekat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Walaupun salah, mestinya diamankan, bukan dilukai,” tegasnya.
Diketahui, peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Senin 22 Desember 2025 sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian bermula di wilayah perbatasan KKP 3 PT Wilmar, sebelum para korban disebut bergerak ke areal PT MAS Bakung Estate Mas.
(Jimmy)












