PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menaruh perhatian serius terhadap ketidaksinkronan data stunting yang masih terjadi antara pemerintah desa dan puskesmas, sehingga diperlukan verifikasi ulang agar kebijakan penanganan dapat tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta, Jumat 9 Januari 2026, dalam menyikapi data lokus stunting yang hingga kini belum sepenuhnya seragam. Berdasarkan laporan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting, pada November 2025 tercatat sebanyak 957 anak terdampak stunting di wilayah tersebut.
Jayadikarta menjelaskan, angka tersebut menunjukkan perkembangan positif karena berdasarkan pembaruan terakhir jumlah anak stunting menurun menjadi 841 anak. Namun demikian, ia menegaskan bahwa data tersebut belum dapat dijadikan rujukan final lantaran masih ditemukan perbedaan laporan dari berbagai tingkatan.
Menurutnya, ketidaksesuaian data ini berpotensi memengaruhi arah kebijakan dan efektivitas program penanganan stunting yang dijalankan pemerintah daerah. Oleh karena itu, keakuratan data menjadi faktor krusial dalam menentukan intervensi yang dibutuhkan.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah meminta TP3S menggelar rapat khusus dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas guna menyamakan persepsi dan memastikan keabsahan data.
Jayadikarta menilai perbedaan angka stunting menunjukkan perlunya verifikasi lapangan yang lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa penetapan status stunting harus benar-benar mencerminkan kondisi riil anak di desa, bukan berdasarkan asumsi atau kepentingan tertentu.
Ia juga mengungkapkan adanya pemahaman keliru di lapangan, di mana anak yang tidak tercatat sebagai stunting dikhawatirkan tidak memperoleh bantuan. Kondisi ini membuka peluang terjadinya penetapan status yang tidak sesuai agar bantuan tetap tersalurkan.
“Kami akan turun langsung ke desa–desa untuk memastikan data benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika memang segitu, maka itulah yang ditetapkan, tidak boleh ditambah-tambah,” tegasnya.
Sementara itu, Jayadikarta memastikan program pemberian nutrisi dan vitamin bagi anak-anak yang terdampak stunting yang telah berjalan sebelumnya tetap dilanjutkan pada tahun ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan. (denny)












