SAMPIT – Tumpukan sampah yang tidak diangkut di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Kotawaringin Timur (Kotim) yang berada di samping pasar ikan dikeluhkan pengunjung dan pedagang, Kamis 5 Februari 2026
Bau menyengat dari sampah tersebut menyebar ke berbagai sudut area belanja dan dinilai sangat mengganggu kenyamanan, terutama pada jam ramai.
Sejumlah pengunjung mengaku terganggu dengan aroma tidak sedap yang tercium sejak memasuki area PPM. Kondisi ini dinilai mencoreng wajah pusat perbelanjaan terbesar di Kota Sampit yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat.
“Baunya ke mana-mana, apalagi siang hari. Mau belanja jadi tidak nyaman. Ini PPM, pusat belanja, tapi sampahnya dibiarkan menumpuk,” keluh salah seorang pengunjung, Aqmar.
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi. Mereka menyebut sampah yang lama tidak diangkut tidak hanya menimbulkan bau, tetapi juga berpotensi mengundang lalat dan menurunkan minat pembeli.
“Kalau sudah begini, pembeli jadi malas singgah. Bau sampah itu langsung tercium. Kami juga tidak tahu kenapa tidak segera diangkut,” ujar seorang pedagang PPM.
Pedagang berharap pihak pengelola PPM maupun instansi terkait segera turun tangan menangani persoalan tersebut. Menurut mereka, pengangkutan sampah seharusnya dilakukan rutin agar tidak menumpuk dan menimbulkan dampak kesehatan.
Masyarakat juga meminta adanya kejelasan tanggung jawab pengelolaan kebersihan di kawasan PPM maupun dinas terkait, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan kenyamanan pusat perbelanjaan tetap terjaga. (Nardi)












