SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sepanjang Januari 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim hingga Rabu 29 Januari 2026, total luasan lahan yang terdata terbakar mencapai sekitar 15,94 hektare.
Kebakaran tersebar di sejumlah kecamatan dan didominasi lahan gambut serta semak belukar, sementara beberapa titik lainnya belum masuk pendataan luasan karena kendala teknis di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan berada di bawah komando operasi BPBD.
Dalam penanganan sejumlah kejadian karhutla, tim yang terlibat di lapangan hanya BPBD dan Manggala Agni, dengan pembagian tugas sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Kebakaran hutan dan lahan termasuk kategori bencana. Status siaga itu ada di BPBD selaku komando operasi, dan kami berbagi peran sesuai tupoksi,” tegas Multazam, Rabu 11 Februari 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun berikut sejumlah kebakaran terjadi pada Januari 2026
Kamis 15 Januari 2026, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan menuju Ujung Pandaran. Sekitar enam hektare lahan gambut dan mineral terbakar sebelum api berhasil dikendalikan petugas. Sehari kemudian, Jumat 16 Januari 2026, karhutla kembali terjadi di Desa Babirah dengan luasan sekitar 0,05 hektare.
Pada Selasa 20 Januari 2026, kebakaran lahan tercatat di wilayah Eka Bahurui dengan luasan sekitar 0,001 hektare. Rangkaian kejadian berlanjut pada Rabu 21 Januari 2026 dengan tiga titik kebakaran, masing-masing di Jalan Bawi Jahawen, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang seluas 0,06 hektare, Jalan Poros Perum Betang Raya Mentawa Baru Ketapang sekitar 0,4 hektare, serta di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, yang luasan lahannya belum diperbarui.
Kamis 22 Januari 2026, kebakaran lahan terjadi di Desa Terantang dengan data luasan yang belum masuk pembaruan. Di hari yang sama, karhutla juga terjadi di Desa Penyang, Kecamatan Telawang, dengan luasan terbakar sekitar satu hektare. Melihat tren kejadian tersebut, pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan tahun 2026 selama 30 hari, terhitung mulai 23 Januari hingga 21 Februari 2026.
Pada Jumat 23 Januari 2026, kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Poros Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Lahan kosong dengan luas sekitar 20 x 4 meter persegi dilaporkan terbakar.
Kemudian pada Minggu 25 Januari 2026, kebakaran lahan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 29 Sampit. Api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan, diperparah cuaca panas dan angin kencang hingga merambat ke semak belukar dengan luasan sekitar 50 x 70 meter.
Selanjutnya, Senin 26 Januari 2026, kebakaran terjadi di area semak belukar Jalan Jenderal Sudirman Km 22 dekat Jembatan Lenggana, serta di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
Puncaknya, Rabu 28 Januari 2026, kebakaran hutan dan lahan melanda Jalan Sawit Raya Km 11, wilayah Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Lahan gambut seluas kurang lebih delapan hektare terbakar, dan operasi pemadaman sempat dihentikan sementara pada sore hari karena kondisi gelap, lalu dilanjutkan keesokan harinya.
Pada Kamis 29 Januari 2026, BPBD Kotim juga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
Di hari yang sama, hujan deras mengguyur Kota Sampit pada malam hari, membantu menurunkan potensi kebakaran lanjutan. Hujan berlanjut ke hari-hari berikutnya hingga tak ada lagi informasi adanya karhutla. (nardi)












