Petugas Disiagakan di Daerah, Harga Pangan di Kalteng Dipantau Setiap Hari

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Plt.Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi , Agus Chandra.

(Kalteng) menempatkan petugas pemantau pangan di sejumlah kabupaten dan kota untuk memantau pergerakan harga bahan pangan setiap hari.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Agus Chandra mengatakan, petugas ditempatkan di seluruh daerah yang menjadi indikator inflasi di Kalteng.

“Sebagai indikator inflasi, kita memiliki empat daerah, yakni Kabupaten , Kabupaten , Kabupaten , dan Kota ,” ujarnya saat ditemui di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Jumat, 13 Februari 2026.

Menurut Agus, masing-masing kabupaten dan kota tersebut telah ditempatkan petugas pangan yang bertugas mencatat pergerakan harga di seluruh pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern.

“Di setiap kabupaten/kota sudah kita tempatkan petugas yang mencatat harga pangan di seluruh pasar. Ini dilakukan untuk melihat pergerakan harga secara langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemantauan tersebut dilakukan secara real time dan dilaporkan setiap hari. Data yang terkumpul tidak hanya digunakan di tingkat daerah, tetapi juga dilaporkan kepada Badan Pangan .

“Laporannya disampaikan setiap hari dan setiap minggu kami lakukan evaluasi perkembangan harga pangan. Data ini juga kami sampaikan ke Badan Pangan ,” katanya.

Apabila dalam pemantauan ditemukan kenaikan harga yang signifikan, pemerintah daerah akan segera melakukan langkah intervensi.

“Kalau ada kenaikan harga, maka pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama stakeholder terkait akan melakukan intervensi pangan,” ujar Agus.

Selain pemantauan harga, Agus juga menyampaikan kondisi stok pangan di . Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) terakhir di gudang Bulog Kalteng, ketersediaan beras tercatat mencapai 14.437 ton.

“Hasil sidak terakhir, untuk bahan pangan seperti beras, ketersediaannya masih aman. Stok beras kita masih mencukupi untuk lebih dari enam bulan ke depan,” tegasnya.

Meski demikian, Agus mengakui masih terdapat sejumlah komoditas pangan yang sangat bergantung pada pasokan dari luar pulau. Untuk itu, pengawasan distribusi dilakukan secara intensif agar pasokan tetap lancar dan harga tidak melonjak.

“Ada beberapa komoditas yang bergantung pada suplai dari luar daerah. Itu yang harus kita awasi secara ketat agar jalur distribusinya lancar dan harga tetap terjangkau ketika masuk ke ,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Dishub Kalteng Lakukan Efisiensi Program, Keselamatan dan Pengawasan ODOL Tetap Jadi Prioritas
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!