Legislator Kotim Tegaskan Pengawasan Ketat Eks Galian C setelah Kembali Memakan Korban

IST/BERITASAMPIT - Tim gabungan saat melakukan pencarian korban di danau bekas galian C kawasan Jalan Bina Karya.

SAMPIT tenggelamnya seorang pelajar di kolam bekas galian C kawasan Jalan Bina Karya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kembali menjadi sorotan. Kejadian yang terjadi pada Kamis 26 Februari 2026 itu menambah daftar korban di lokasi serupa di wilayah Timur (Kotim).

Anggota DPRD Kotim SP Lumban Gaol menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menilai keberadaan eks galian C yang dibiarkan membentuk kolam besar tanpa pengamanan memadai sangat berisiko bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.

Menurutnya, pemilik usaha galian harus bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan setelah aktivitas pengerukan selesai.

Ia meminta agar setiap lokasi bekas galian yang tidak difungsikan secara resmi segera dipasang papan larangan berenang maupun tanda peringatan bahaya.

“Jangan sampai dibiarkan terbuka begitu saja tanpa pengawasan. Minimal ada imbauan tegas agar masyarakat tidak berenang di sana,” ujarnya, Sabu 28 Februari 2026.

Ia juga menekankan, apabila ada eks galian yang memang dimanfaatkan atau dikelola, maka unsur keselamatan wajib dipenuhi. Pengelola harus menyediakan pengawas atau petugas yang siaga memantau aktivitas di sekitar kolam guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas galian C, termasuk memastikan kewajiban reklamasi benar-benar dilaksanakan. Reklamasi dinilai penting agar lubang besar bekas eksploitasi tidak berubah menjadi ancaman bagi warga sekitar.

“Pengawasan harus serius. Jangan sampai setelah dikeruk, ditinggalkan begitu saja tanpa penanganan,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang siswa SMK Negeri 2 Sampit dilaporkan tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di danau bekas galian C di Jalan Jenderal Sudirman Km 6, wilayah Sampit.

Korban ditemukan tim gabungan pada malam hari dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam.

Kejadian tersebut kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya kolam bekas tambang yang memiliki kontur dasar tidak rata dan kedalaman yang sulit diperkirakan. (Nardi)

baca juga ...  Reses Abdul Hafid di Teluk Sampit, Warga Curahkan Beragam Persoalan: Dari Jalan Tani hingga Pupuk Subsidi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!