Wakil Ketua I DPRD Minta Calon Jemaah Umrah Kotim Tunda Keberangkatan

NARDI/BERITASAMPIT - Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah.

SAMPIT – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang tengah bergejolak menjadi perhatian serius. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Timur (Kotim), Juliansyah, meminta masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umrah agar menunda keberangkatan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

Menurutnya, eskalasi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat dan Iran berdampak pada penutupan sejumlah jalur penerbangan di wilayah Timur Tengah. Hal itu berpotensi mengganggu jadwal penerbangan para jemaah dari Indonesia, termasuk asal Kotim.

“Kami menyarankan agar rencana umrah ditunda terlebih dahulu sampai situasi dipastikan kondusif. Keselamatan jemaah tentu harus menjadi prioritas,” kata Juliansyah saat dimintai keterangan, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menekankan agar calon jemaah tidak mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan kondisi terkini. Juliansyah juga meminta masyarakat mengikuti arahan resmi pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

“Segala kebijakan resmi dari kementerian harus menjadi pedoman. Jangan sampai ada yang mengambil risiko di tengah situasi yang belum stabil,” tegasnya.

Imbauan serupa turut disampaikan kepada biro travel penyelenggara umrah di Kotim. Ia berharap pihak travel dapat menyesuaikan jadwal keberangkatan dan mengutamakan faktor keamanan dibanding mengejar waktu.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kotim, Tiariyanto, menyampaikan bahwa sebanyak 40 jemaah umrah asal Kotim yang kini berada di Arab Saudi dalam kondisi baik dan aman. Rombongan tersebut diberangkatkan pada 22 Februari 2026 dan direncanakan kembali ke Indonesia pada 4 Maret 2026.

“Alhamdulillah seluruh jemaah dalam keadaan aman. Kami terus memantau perkembangan situasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui Wakil Menteri juga telah mengeluarkan imbauan agar calon jemaah yang belum berangkat mempertimbangkan penjadwalan ulang perjalanan hingga keadaan di Timur Tengah kembali normal. (nardi)

baca juga ...  DPRD Kotim Desak Pemerintah Fasilitasi Tuntutan Masyarakat terkait Plasma 20 Persen Segera Direalisasikan Perusahaan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!