JAKARTA – Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Maluku, Alimudin Kolatlena, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam memfasilitasi pertemuan perdamaian antara masyarakat Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morela yang digelar di Kantor Gubernur pada Kamis 5 Maret 2026.
Menurut Alimudin, inisiatif yang diambil pemerintah daerah merupakan langkah krusial untuk memastikan stabilitas keamanan di Jazirah Leihitu tetap terjaga.
Koletlena menilai, kehadiran Pemerintah Provinsi di tengah konflik horizontal adalah kunci utama dalam membangun kembali kepercayaan antarwarga.
Alimudin menyambut baik suasana dialog yang berlangsung penuh kekeluargaan. Menurutnya, pendekatan humanis jauh lebih efektif dalam menyelesaikan konflik sosial di Maluku dibanding sekadar pendekatan keamanan.
Dukungan Perbaikan Infrastruktur
Politisi Gerindra ini juga mendukung penuh komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk memperbaiki rumah warga yang rusak. “Kepastian perbaikan rumah adalah bentuk konkret kehadiran pemerintah dalam meringankan beban psikologis dan ekonomi korban terdampak,” ujar Alimudin.
Pentingnya Konsistensi Perdamaian
Alimudin berpesan agar kesepakatan yang telah dibangun di Kantor Gubernur dapat diturunkan hingga ke tingkat akar rumput (grassroots), sehingga kedamaian yang tercipta bersifat permanen.
“Saya kira langkah Gubernur Hendrik Lewerissa ini adalah oase bagi masyarakat. Kita semua merindukan Maluku yang aman. Saya selaku wakil rakyat di Parlemen Senayan akan terus mengawal agar proses rehabilitasi dan rekonsiliasi ini mendapat dukungan yang maksimal,” tegas Kolatlena.
Harapan ke Depan
Alimudin berharap agar persaudaraan antara Hitu Meseng dan Morela kembali erat seperti sediakala.
“Saya mengajak seluruh tokoh pemuda dan tokoh adat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga situasi kondusif pasca-pertemuan ini,” pungkas Alimudin Kolatlena.
Untuk diketahui, Gubernur Maluku menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk segera menangani dampak kerusakan akibat peristiwa yang terjadi.
“Kita sangat menyesalkan peristiwa itu terjadi. Namun kerusakan yang ditimbulkan akan segera ditanggulangi oleh Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Dalam waktu dekat kita akan memperbaiki rumah-rumah yang rusak,” tegas Gubernur.
Hendrik mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan kondisi damai secara permanen antara kedua negeri.
Gubernur juga berharap agar berbagai tindakan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, seperti pemblokiran jalan pada ruas tertentu, dapat segera dihentikan seiring dengan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
“Mari kita menatap hari esok dengan semangat baru, dengan saling menghormati, saling menghargai, mematuhi aturan hukum, serta mempercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang,” beber Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
(adista)












