PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan kesiapannya dalam memfasilitasi pembangunan Universitas Muhammadiyah (UM) di Pangkalan Bun sebagai salah satu upaya strategis dalam investasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang.
Wakil Bupati Kobar Suyanto di Pangkalan Bun, Kamis 5 Maret 2026 menyampaikan bahwa kehadiran kampus Muhammadiyah akan memperkuat posisi Kobar sebagai salah satu kota tujuan pendidikan di Kalimantan Tengah.
“Hal ini sejalan dengan sejalan dengan semangat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Kalimantan Tengah merupakan Harapan Baru Indonesia,” katanya.
Wakil Bupati Kobar menekankan bahwa pengembangan pendidikan tinggi menjadi bagian dari visi besar pembangunan daerah.
“Ini sejalan dengan program Bupati Kobar dalam meningkatkan indeks pembangunan masyarakat. Dari segi tempat, kami menyarankan agar disiapkan lahan yang lebih luas untuk pengembangan jangka panjang. Berat akan terasa ringan jika dijalani setapak demi setapak,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan, jika mampu memanfaatkan momentum ini, bukan tidak mungkin Universitas Muhammadiyah Pangkalan Bun akan menjadi salah satu ikon pendidikan baru yang membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah barat yang terus bertumbuh.
Pernyataan itu diungkapkan Wakil Bupati Kotawaringin Barat terkait audiensi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat terkait pelaksanaan pembangunan Universitas Muhammadiyah di Pangkalan Bun.
Audiensi dipimpin oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, Prof Dr Ahmad Syar'i MPd dan jajaran, bersama Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf MAP dan jajaran yang juga dihadiri Ketua PDM Lamandau, M Teguh Ciptadi, serta Ketua PDM Sukamara, M Rizky Pratama yang menyatakan dukungan terhadap pengembangan kampus Muhammadiyah di wilayah barat Kalimantan Tengah tersebut.
Rektor UMPR Asoc Prof Dr Muhamd Yusuf mengatakan dalam rangka pelaksanaan pembangunan Universitas Muhammadiyah di Pangkalan Bun, pihaknya menyiapkan fakultas kedokteran dan fakultas kedokteran gigi sebagai fakultas unggulan.
Dia mengatakan, Kabupaten Kobar saat ini berada pada posisi kedua sebagai wilayah terdepan di Kalimantan Tengah, hal ini lah menjadi harapan bersama agar Pangkalan Bun bisa menjadi kota tujuan pendidikan setelah Palangka Raya.
“Ini menjadi potensi besar yang harus kita tangkap bersama. Dengan hadirnya kampus Muhammadiyah di Pangkalan Bun, anak-anak kita tidak perlu jauh ke luar daerah. Orang tua pun akan merasa lebih nyaman,” katanya.
Terlebih menurutnya, potensi daerah seperti Taman Nasional Tanjung Puting dapat menjadi laboratorium alam berskala besar yang mendukung pengembangan akademik dan riset.
“Tanjung Puting adalah laboratorium besar. Ini bisa menjadi acuan untuk pengembangan laboratorium bertaraf internasional yang akan mendukung fasilitas fakultas kedokteran dan kedokteran gigi nantinya,” katanya.
Ia juga membuka peluang pengembangan Klinik PKU Muhammadiyah Pangkalan Bun sebagai Rumah Sakit Pendidikan Muhammadiyah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan layanan kesehatan di Kobar.
Yusuf menyebutkan kehadiran kampus Muhammadiyah di Pangkalan Bun diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Masyarakat, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat agar tidak perlu melanjutkan studi ke luar daerah.
Rektor UMPR, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kobar terhadap rencana pengembangan kampus di Pangkalan Bun.
“Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan potensi daerah. Dukungan Pemkab Kobar menjadi energi besar bagi kami untuk mewujudkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak bagi pembangunan daerah,” kata Yusuf. (man)












