SAMPIT – Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan intensitas pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus angkutan penumpang menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriyah,Jumat 13 Maret 2026 malam.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah mengatakan ramp check sebenarnya bukan hanya dilakukan menjelang Lebaran, melainkan sudah menjadi kegiatan rutin untuk memastikan keselamatan transportasi darat. Namun khusus menjelang mudik tahun ini, intensitas pemeriksaan ditingkatkan.
“Ramp check ini bukan hanya kami laksanakan saat menjelang Lebaran saja. Secara rutin kami memang melakukan pemeriksaan kendaraan, tetapi khusus menjelang Lebaran ini intensitasnya kami tingkatkan,” kata Raihansyah.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait seperti Satlantas Polres Kotim serta organisasi perangkat daerah lainnya. Ramp check dilakukan pada malam hari karena pada waktu tersebut banyak bus antarkota yang transit di Sampit.
“Mulai malam hari ini kami melaksanakan ramp check secara keseluruhan bersama OPD terkait dan juga Satlantas Polres Kotim. Biasanya sekitar pukul 21.00 sampai 22.00 ada sekitar lima bus yang datang, kemudian sekitar pukul 00.00 juga ada empat sampai lima bus yang datang,” ujarnya.
Menurut Raihansyah, dalam satu malam rata-rata ada sekitar sembilan bus yang transit di Kotim, baik yang datang dari arah Pangkalan Bun maupun dari Palangkaraya. Seluruh bus tersebut diperiksa untuk memastikan kelayakan operasional sebelum melanjutkan perjalanan.
“Rata-rata bus dari Pangkalan Bun atau dari Palangkaraya akan transit di Kotim, kurang lebih sekitar sembilan bus setiap malam. Itu kami lakukan ramp check secara rutin, khusus menjelang Lebaran ini kami lakukan setiap malam,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun sebagian bus sudah menjalani pemeriksaan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di Palangkaraya, pihaknya tetap melakukan pengecekan ulang di Sampit.
Karena di perjalanan kita tidak tahu apakah ada kendala seperti rem atau lampu mati dan sebagainya.
“Jadi sebelum melanjutkan perjalanan dari Sampit menuju Palangkaraya, Banjarmasin, Pangkalan Bun hingga Pontianak, kita pastikan kendaraan benar-benar layak,” ungkapnya.
Dalam sehari, Dishub Kotim dapat melakukan ramp check terhadap sekitar 10 bus. Sementara pada pemeriksaan malam itu, petugas melakukan pengecekan terhadap lima bus yang masuk ke terminal.
Raihansyah juga menyampaikan bahwa pergerakan penumpang di terminal darat mulai mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir.
“Kalau di terminal ini, dari sekitar satu minggu terakhir sudah ada kenaikan sekitar lima sampai 10 persen. Hampir setiap bus yang berangkat penumpangnya selalu penuh,” katanya.
Dishub Kotim memprediksi peningkatan jumlah penumpang akan terus terjadi hingga mendekati Lebaran. Bahkan, diperkirakan lonjakan penumpang bisa mencapai 30 hingga 40 persen menjelang hari raya.
“Prediksi kami sampai H-1 nanti peningkatan bisa mencapai 30 sampai 40 persen. Tergantung kapasitas bus, karena ada bus yang berisi 30 penumpang, ada yang 40 hingga 45 penumpang,” jelasnya.
Berdasarkan hasil rapat bersama tim lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) yang melibatkan Satlantas, Dishub, dan Dinas Pekerjaan Umum, puncak arus mudik di terminal darat diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran.
“Kalau untuk terminal darat, kami memprediksi puncaknya sekitar H-3 Lebaran. Karena biasanya masyarakat sudah mulai libur pada Senin atau Selasa, sehingga Rabu dan Kamis itu pergerakan penumpang sudah mulai meningkat hingga hari Lebaran,” pungkasnya. (nardi)












