SAMPIT – Rencana penganggaran dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih belum menemui kepastian. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat menyebut keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Kepala Dispora Kotim, Muhammad Irfansyah, mengatakan pihaknya hingga kini masih mencermati kemungkinan pengalokasian anggaran, termasuk nominal yang sempat beredar sebesar Rp3 miliar. Namun, ia menegaskan angka tersebut belum final.
“Untuk pastinya kita tunggu hari Senin. TAPD yang menentukan itu. Saya juga masih melihat apakah memungkinkan untuk dianggarkan atau tidak,” ujarnya, Sabtu 4 April 2026.
Ia menjelaskan, skema hibah yang dibahas tidak hanya ditujukan bagi KONI, tetapi juga mencakup organisasi olahraga lainnya seperti KLPI serta kebutuhan pembinaan olahraga secara umum di daerah.
“Kalau hibah itu tidak hanya untuk KONI, tapi juga untuk organisasi lain dan kepentingan olahraga secara keseluruhan,” kata Irfansyah.
Sebelumnya, Dispora juga telah melakukan konsultasi ke tingkat provinsi sesuai saran Komisi III DPRD Kotim. Konsultasi tersebut melibatkan Biro Hukum Pemerintah Provinsi serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna memastikan aspek legalitas dan pengawasan penggunaan anggaran hibah.
“Hasil konsultasi itu nanti akan kami sampaikan saat pembahasan bersama TAPD,” tambahnya.
Terkait kabar adanya atlet Kotim yang memilih memperkuat daerah lain menjelang Porprov Kalteng 2026, Irfansyah mengaku belum menerima laporan langsung. Menurutnya, komunikasi atlet selama ini lebih banyak dilakukan melalui KONI sebagai induk organisasi.
“Biasanya atlet berkoordinasi dengan KONI, bukan langsung ke kami. Tapi kami tetap menjalin komunikasi agar program pembinaan tetap berjalan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi anggaran daerah yang saat ini tengah mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi, yang menurutnya tidak hanya dirasakan Kotim, tetapi juga daerah lain.
“Persoalan anggaran ini hampir terjadi di semua daerah, apalagi sekarang ada kebijakan efisiensi,” ungkapnya.
Pembahasan lanjutan terkait hibah KONI dijadwalkan berlangsung awal pekan depan. Hasil rapat tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keberlanjutan pembinaan olahraga di Kotim. (nardi)












