Festival Tingang Menteng Panunjung Tarung Bagasing Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Masyarakat

DENNY/BERITASAMPIT - Peserta Pertandingan Bagasing antar Kecamatan berhadapan saat melakukan tanding.

KUALA – Festival Tingang Menteng Panunjung Tarung Bagasing menjadi ajang pelestarian budaya dan masyarakat yang berlangsung meriah di kawasan Stadion , dengan menghadirkan permainan tradisional khas , Selasa 7 April 2026.

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kecamatan dan sekolah, yang terbagi dalam 14 grup putra dan 4 grup putri, menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam memainkan bagasing di hadapan ratusan penonton.

Permainan tarung bagasing sendiri memiliki aturan khas yang menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah teknik “bacurai”, yakni cara menyerang atau memukul bagasing lawan hingga kalah dalam putaran tertentu.

Selain itu, sistem permainan juga mengatur bahwa peserta yang kalah pada ronde sebelumnya akan bertugas memasang bagasing lebih dahulu pada ronde berikutnya, sehingga strategi dan ketepatan menjadi faktor penentu kemenangan.

Suasana festival semakin semarak dengan sorak sorai penonton yang memadati area stadion, menambah semangat para peserta dalam mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, festival ini juga dimanfaatkan sebagai sarana bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai budaya daerah, khususnya permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.

Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga warisan budaya lokal tetap lestari dan menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas masyarakat di tengah arus modernisasi. (denny)

baca juga ...  Usis I Sangkai Resmi Jabat Sekda Kapuas
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!