PANGKALAN BUN – Kotawaringin Barat berduka atas meninggalnya tokoh konservasi dunia, Prof. Dr. Biruté Mary Galdikas. Jenazah almarhum tiba di Bandara Iskandar Senin 13 April 2026, sekitar pukul 15.30 WIB, setelah berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.10 WIB menggunakan Batik Air.
Kedatangan jenazah disambut secara resmi di Ruang VIP Bandara Iskandar oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan anggota keluarga. Suasana haru pun menyelimuti prosesi penyambutan untuk mengenang jasa besar almarhum dalam pelestarian lingkungan, khususnya orangutan di Kalimantan.
Setelah tiba di Kotawaringin Barat, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Topar RT 2, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, disemayamkan hingga 15 April 2026, untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat, kerabat, dan aktivis lingkungan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal luas sebagai pelindung hutan dan satwa liar.
Sepanjang hidupnya, Prof. Galdikas dikenal sebagai seorang ilmuwan dan aktivis yang telah mendedikasikan hidupnya untuk penelitian dan konservasi orangutan di Kalimantan melalui berbagai program internasional. Tindakannya telah membuat nama Indonesia, khususnya Kotawaringin Barat, dikenal di mata dunia.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian alam daerah. Kehadirannya selama beberapa dekade telah memberikan dampak signifikan pada upaya konservasi dan pendidikan lingkungan.
Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada hari Rabu besok pukul 10.00 WIB di halaman rumah duka yang sama di Desa Pasir Panjang. Upacara pemakaman akan dilaksanakan secara khidmat dengan melibatkan keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Masyarakat diimbau untuk menjaga ketertiban selama prosesi dan menghormati jalannya kegiatan hingga pemakaman selesai. Aparat keamanan juga akan disiagakan untuk memastikan seluruh jaringan berjalan lancar.
Kepergian Prof. Galdikas meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi masyarakat Kotawaringin Barat, tetapi juga masyarakat internasional yang telah mengenal dedikasi dan perjuangannya dalam menjaga keberlanjutan hutan tropis.
Dengan segala pengabdian dan dedikasinya, almarhum akan selalu dikenang sebagai sosok inspiratif yang telah memberikan warisan berharga bagi dunia konservasi dan generasi mendatang. (man)












