SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis 30 April 2026.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi dambaan setiap umat Muslim.
Ia menegaskan, kesempatan menunaikan ibadah haji adalah anugerah luar biasa yang tidak dimiliki semua orang.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah calon haji yang pada tahun ini mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Luruskan niat, mantapkan hati, serta persiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.
Ia juga menitipkan sejumlah pesan kepada para jemaah agar selama menjalankan ibadah haji senantiasa meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT, menjaga sikap, serta memperbaiki moralitas dalam berinteraksi sesama jemaah.
“Tingkatkan keimanan, jaga lisan, bersikap santun, ramah, dan tawadhu. Kembangkan ukhuwah dengan saling menghargai, toleransi, serta kebersamaan selama di Tanah Suci,” ucapnya.
Selain itu, Halikinnor juga meminta para jemaah untuk turut mendoakan daerah dan bangsa agar selalu diberikan keberkahan, serta mampu menghadapi berbagai persoalan dengan kesabaran.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak doa, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Kotawaringin Timur,” tambahnya.
“Semoga seluruh jemaah mendapatkan haji yang mabrur,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Kotim, Waren, menjelaskan bahwa keberangkatan jemaah menuju embarkasi Banjarmasin akan dilakukan melalui Bandara Haji Asan Sampit menggunakan maskapai Nam Air dalam dua sesi penerbangan.
Jumlah jemaah haji Kotim yang tergabung dalam kloter 6 tercatat sebanyak 167 orang, ditambah empat orang pada kloter 19, sehingga total keseluruhan mencapai 171 jemaah.
Sebanyak 100 jemaah akan diberangkatkan pada penerbangan pertama, sedangkan 67 jemaah lainnya menyusul pada penerbangan kedua. Seluruh jemaah akan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi melalui embarkasi Banjarmasin menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia.
Waren menambahkan, jemaah lanjut usia serta yang menggunakan kursi roda akan diprioritaskan pada penerbangan pertama agar memiliki waktu istirahat lebih panjang sebelum melanjutkan perjalanan.
Berdasarkan data, jemaah tertua asal Kotim berusia 77 tahun, sementara yang termuda berusia 24 tahun, yang berangkat sebagai pengganti anggota keluarga yang telah meninggal dunia. (Nardi)












