PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus globalisasi.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Huma Betang Night (HBN) 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya, Sabtu malam, 2 Mei 2026.
“Huma Betang Night ini semangat kita untuk terus menjaga nilai kearifan lokal. Di tengah perkembangan zaman yang cepat, kita harus maju, tapi budaya jangan sampai dilupakan, jangan sampai layu,” ujarnya.
Dalam HBN itu, pemerintah juga meresmikan RTH eks KONI Kalteng di kawasan Bundaran Besar serta meluncurkan sejumlah inovasi, termasuk penguatan fitur QRIS Merchant Bank Kalteng dan kanal aspirasi masyarakat “Lapor Pak Gub”.
Agustiar menjelaskan, kanal pengaduan tersebut menjadi sarana komunikasi terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kalau ada permasalahan apa pun di Kalimantan Tengah yang tidak bisa diselesaikan, lapor pada kami melalui ‘Lapor Pak Gub',” katanya.
Ia menambahkan, layanan tersebut mencakup berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial.
“Contohnya pendidikan, kesehatan, atau warga yang berhak namun belum menerima bantuan. Termasuk jika ada ketidakadilan, lapor pada kami,” ujarnya.
Agustiar menegaskan bahwa pemerintah hadir sebagai pelayan masyarakat dan terbuka terhadap setiap aspirasi.
“Ingat, keberadaan kami adalah pelayan masyarakat, bukan bos Bapak Ibu sekalian,” tegasnya.
(Sya'ban)











