Pengisian BBM Dibatasi, Warga Sampit Mengeluh: Peluang Pelangsir Kian Terbuka

UTOMO/BERITA SAMPIT - Antrean panjang di salah satu SPBU yang ada di Kota Sampit.

SAMPIT – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Sampit, Kabupaten Timur (Kotim), kian terasa di tengah kebijakan pembatasan pengisian di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi ini tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga dinilai membuka celah bagi praktik pelangsiran yang semakin marak.

Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan BBM. Rian, salah seorang pengendara roda empat, mengungkapkan dirinya harus mengitari beberapa SPBU sebelum akhirnya berhasil mengisi bahan bakar.

“Dari Semekto sampai Pelita saya keliling baru dapat, itupun dibatasi mengisi hanya bisa Rp300 ribu,” jelasnya pada Selasa 5 Mei 2026.

Senada dengan itu, Ardi juga mengeluhkan hal yang sama, ironisnya menurutnya fenomena ini tak hanya terjadi didalam Kota Sampit melainkan setiap SPBU yang ada di Kotim.

“Dari SPBU Pelantaran sampai Sampit kosong, semua pom tulisannya sedang proses pengiriman,” bebernya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sebab stok yang di klaim aman oleh Pertamina justru menunjukan kepahitan yang terjadi di lapangan. Pembatasan kuota pengisian juga disebut membuka peluang besar bagi para pelangsir.

Kondisi di lapangan menunjukan antrean panjang yang mengular hingga ke bahu jalan. Ironisnya, kondisi tersebut terjadi sejak pagi buta sebelum matahari menunjukan sinarnya, puluhan kendaraan sudah memadati SPBU

“Kalau dibatasi seperti ini sulit jadinya, padahal barcode saya belum digunakan sama sekali,” keluhnya.

Dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kotim melalui pihak terkait dapat segera mengatasi masalah ini sebab BBM merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang harus terpenuhi.

“Saya berharap ini menjadi perhatian serius pemerintah, ini urat nadi warga kalau sulit BBM kita tidak bisa apa-apa,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional memastikan ketersediaan stok BBM di wilayah Kotim dalam kondisi aman. Distribusi kepada masyarakat pun dipastikan lancar sesuai kebutuhan.

Area Manager Communication, Relationship & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, membantah isu yang beredar sebelum kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

Edi juga menyampaikan hal tersebut pada RDP nersama Komisi II DPRD Kotim. Pada Senin 20 April 2026 yang turut dihadiri oleh Pjs. SBM Kalteng II Fuel Pertamina, Lucky Haryanto.

“Dalam rapat tersebut telah dipahami bersama bahwa tidak terdapat kelangkaan BBM. Stok Rill di terminal dalam kondisi aman dan suplai ke SPBU berjalan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Edi.

(Utomo)

baca juga ...  Disdik Kotim Pastikan Gaji Guru Tetap Jadi Prioritas Meski APBD 2026 Menurun
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!