Tiga SD Belajar di Rumah Akibat Banjir di Mentaya Hulu

NARDI/BERITASAMPIT - Camat Mentaya Hulu, Edison.

SAMPIT – Dampak banjir yang melanda Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Timur (Kotim), mulai mengganggu aktivitas pendidikan. Sedikitnya tiga sekolah dasar terpaksa diliburkan belajar di rumah sementara setelah genangan air masuk ke lingkungan sekolah dan mengancam keselamatan peserta didik.

Camat Mentaya Hulu, Edison, mengatakan banjir yang terjadi saat ini cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan debit air terjadi akibat meluapnya dua aliran sungai sekaligus, yakni Sungai Mentaya dan Sungai Kuayan, sehingga proses surut air berlangsung lebih lambat.

“Biasanya hanya Sungai Mentaya yang naik, namun sekarang Sungai Kuayan juga mengalami kenaikan sehingga terjadi pertemuan arus yang membuat genangan bertahan lebih lama,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.

Menurut Edison, banjir telah berlangsung sekitar sepekan dan hingga kini ketinggian air masih menunjukkan tren meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, permukaan air tercatat kembali naik sekitar 20 sentimeter.

Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Kuala Kuayan. Genangan air di sejumlah titik mencapai puluhan sentimeter dari permukaan jalan dan mulai memasuki rumah-rumah warga. Sejumlah fasilitas umum juga terdampak, termasuk SDN 2 Kuala Kuayan dan SDN 3 Kuala Kuayan yang ruang belajarnya mulai tergenang.

“Lantai sekolah sudah terendam sehingga kegiatan belajar mengajar untuk sementara dihentikan. Selain itu ada satu sekolah dasar lain yang juga kami liburkan karena area sekolah mulai digenangi air,” kata Edison.

Ia menegaskan keputusan meliburkan sekolah dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan siswa, terutama anak-anak usia sekolah dasar yang dinilai rentan terhadap risiko kecelakaan saat banjir.

“Keselamatan anak-anak menjadi prioritas. Kami tidak ingin ada hal yang tidak diinginkan terjadi ketika kondisi lingkungan sekolah masih tergenang,” ujarnya.

Selain mengawasi perkembangan banjir, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memantau kebutuhan masyarakat. Hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi karena sebagian besar rumah penduduk di kawasan bantaran sungai merupakan rumah panggung yang masih aman ditempati.

Meski demikian, pemerintah setempat telah menyiapkan lokasi evakuasi apabila kondisi banjir semakin meluas dan mengharuskan warga dipindahkan ke tempat yang lebih aman. (Nardi)


baca juga ...  Ini Daftar Lengkap 37 Tenaga Kesehatan yang Lulus Tugas Khusus Dinkes Kotim

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!